Sisi Utara CFD Solo Dibersihkan Dari PKL, Ini Alasannya

Petugas Disdag Solo menertibkan PKL di sisi utara Jl. Slamet Riyadi saat berlangsung CFD, Minggu (7/4/2019). (Solopos - Ratih Kartika)
07 April 2019 22:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo menertibkan segala aktivitas jual beli di sisi utara car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Minggu (7/4/2019). Penertiban itu untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Disdag Solo, Didik Anggono, menjelaskan pelaku usaha jual beli dalam bentuk apa pun harus berjualan di sisi selatan. Sedangkan bagi kegiatan bukan jual beli diperbolehkan menggunakan tempat di sisi utara.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kesemrawutan di CFD Jl. Slamet Riyadi. "Tujuan masyarakat datang ke CFD kan untuk berolahraga, menikmati kuliner, dan berbelanja. Potensinya besar sekali masyarakat datang ke sini. Dengan kondisi seperti itu pasti orang ingin mencari peluang usaha dan mereka kadang mengabaikan fasilitas di Jl. Slamet Riyadi, seperti taman, trotoar dan sebagainya," jelas Didik.

Didik mengatakan di CFD semua sudah ada tempatnya. Di mana orang berolahraga, berjualan, dan sebagainya, semua sudah ada tempatnya sendiri-sendiri. Tidak semuanya menjadi satu tempat.

Lama waktu berjualan juga sudah ditentukan, yaitu pukul 05.00 WIB-09.00 WIB. "Pedagang itu kan biasanya yang penting jualannya laku. Kalau dibiarkan mereka bisa menggunakan tempat-tempat seperti di taman, pinggir jalan, dan sebagainya, dan orang lain enggak mungkin mengingatkan PKL itu. Makanya kami hadir untuk mengingatkan, untuk pembinaan kepada pedagang," ujar Didik.

Apabila ada pedagang yang ngeyel berjualan tidak pada tempatnya akan langsung ditata agar kembali berjualan sesuai tempatnya. Semua kegiatan yang mendatangkan uang tempatnya di sisi selatan jalan.

Sedangkan kegiatan bukan jual beli seperti permainan, kegiatan sosial, dan sejenisnya bisa dilakukan di sisi utara. "Masih ada ruang dan tempat kalau memang bisa melihat. Animo CFD di Solo sangat luar biasa. Ada banyak orang yang pengin jualan dan semakin banyak orang yang berjualan karena semakin hari semakin banyak pengunjung di sini. Menjadi sebuah tantangan untuk lebih intens mengawasi maupun memantau, menata dan menertibkan CFD untuk menjadi lebih baik," papar Didik.

Seorang pedagang buah yang berjualan di taman, Ella, langsung diturunkan barang dagangannya oleh Satpol PP dan Disdag. Ella manut saja ketika barang dagangannya tersebut ditertibkan.

"Ya sudah saya pindah. Terima kasih lah. Semoga barokah," jelas Ella.