Takmir Masjid di Solo Diminta Tak Kampanye Saat Berdakwah

Acara Silaturahmi Takmir Masjid se-Kota Solo Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Agung Solo, Sabtu (6/4 - 2019) mengajak para pengurus masjid untuk tidak melakukan kampanye ketika menyampaikan dakwah. (Solopos/M.Ferri Setiawan)
08 April 2019 04:00 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Melalui acara Silaturahmi Takmir Masjid se-Kota Solo Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengajak para pengurus masjid untuk tidak melakukan kampanye ketika menyampaikan dakwah Sabtu (6/4/2019) di Masjid Agung Solo. Hal ini bertujuan agar terbentuk kondisi sejuk dan aman saat Pemilu 2019.

Ketua DMI Solo, H. Syamsuddin mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut bertujuan saling mendekatkan pengurus masjid yang ada di Solo. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan imbauan kepada para pengurus masjid agar tetap melaksanakan tugas di dalam masjid sesuai dengan fungsi dan aturan.

“Tujuan utamanya silaturahmi antartakmir masjid seluruh Solo. Selain itu, menjelang pemilu ini kami mengajak bagaimana mewujudkan Kota Solo tetap sejuk dan tidak ada gesekan antar umat dan sesama umat beragama. Semua demi keutuhan dan kerukunan,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, Sabtu.

DMI Soloraya mengimbau agar para pengurus masjid tidak melakukan praktik kampanye ketika berdakwah. Hal tersebut untuk menghindari adanya gesekan-gesekan yang ditimbulkan akibat kampanye di dalam dakwah tersebut.

“Kami mengimbau agar tidak melakukan kampanye. Agar takmir menyampaikan dakwah dengan bijak. Tidak menyampaikan ujaran kebencian. Itu esensinya agar tercipta kerukunan. Walaupun beda pilihan, harus tetap menjaga kerukunan. Karena semua adalah saudara sesuai dengan Ukhuwah Islamiah,” imbuh dia.

Senada, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo Imam Suhadi mengharapkan agar para pengurus masjid khususnya takmir tidak melakukan kampanye praktis di dalam masjid. MUI dalam acara tersebut juga menyampaikan bagaimana seharusnya berdakwah dengan bijak.

“Kami harapkan semua takmir masjid tidak melakukan kampanye secara praktis di masjid ketika berdakwah. Dakwah yang bijaksana adalah tidak melakukan adu domba, menjele-jelekan orang lain ataupun mengucapkan ujaran kebencian. Sehingga, semua kegiatan [di dalam masjid] bisa berjalan mulus. Karena berdakwah semata-mata adalah pengabdian kepada Allah SWT,” tuturnya.