Selter PKL Selatan Lapangan Kota Barat Solo Siap Ditempati, Rabu Diresmikan

Selter PKL Kota Barat dan drop zone sekolah hampir selesai di sisi selatan Lapangan Kota Barat, Solo, Jumat (5/4/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
08 April 2019 08:30 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Selter pedagang kaki lima (PKL) di sisi selatan Lapangan Kota Barat sudah selesai dibangun dan siap digunakan. Rencananya, lokasi multiguna itu akan diresmikan pada Rabu (10/4/2019).

Selter PKL itu disiapkan untuk PKL di Jl. dr. Moewardi yang terdampak flyover Manahan. Mereka harus dipindahkan agar tidak terjadi kemacetan di sekitar flyover.

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kota Solo, Didik Anggono, saat ditemui Solopos.com di sela-sela kegiatannya, Minggu (7/4/2019) mengatakan pada Senin (8/4/2019) pembangunan akan selesai 100%. Fasilitas penunjang seperti instalasi listrik, air, dan toilet telah tersedia.

“Pemasangan paving telah seluruhnya selesai, rencananya akan diresmikan oleh Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo. Fungsi tetap sama yakni untuk dropzone [area antar dan jemput pelajar] saat pagi hingga siang, pada malam hari digunakan untuk PKL,” ujar Didik.

Kawasan itu pada pagi hingga sore digunakan sebagai zona parkir dan dropzone sekolah di kawasan Kota Barat. Pengantar siswa sekolah di kawasan itu seperti di SD Muhammadiyah Program Khusus, SDN 15, 16, dan 63 dapat memarkir kendaraan atau menurunkan siswa di kawasan itu sehingga pengantar tidak menurunkan siswa di ruas jalan.

Didik menambahkan kawasan yang dibangun senilai Rp1,1 miliar itu segera dipasangi tenda. Tenda PKL akan berada di bagian utara dan timur sehingga bagian selatan kawasan itu tetap dapat digunakan sebagai lokasi parkir sekitar 50 kendaraan roda empat.

Ada 43 PKL yang akan menempati kawasan itu. Masing-masing PKL akan memperoleh lahan seluas tiga meter persegi. Saat ini seluruh pedagang telah memeroleh nomor selter sehingga setelah diresmikan pedagang dapat langsung berjualan sesuai nomor tersebut.

Kawasan yang sebelumnya sering tergenang air saat hujan telah dipaving dan ditinggikan sekitar 15 sentimeter. Saluran drainase di kawasan itu telah terkoneksi dengan saluran drainase Dinas PUPR yang sudah direvitalisasi. Para pengunjung dan PKL tidak perlu khawatir apabila turun hujan.

Menurutnya, penataan itu juga untuk memberikan kenyamanan pengendara yang melintas di Jl. dr. Moewardi dan Jl. Yosodipuro. Sebelumnya, tercatat ada 48 pedagang menyatakan siap menempati selter, namun lima pedagang mundur karena tidak sanggup mengikuti aturan bongkar pasang yang ditentukan.

Ia menegaskan setelah kawasan PKL Kota Barat difungsikan, ruas Jl. dr. Moewardi dan Jl. Yosodipuro harus steril dari PKL. Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, kawasan selatan Lapangan Kota Barat seluruhnya telah dipasangi paving. Tampak beberapa pekerja menyelesaikan pekerjaan finishing pada bagian ujung kawasan itu.

Koordinator PKL Kota Barat, Budiyono, mengatakan Kota Barat sejak dulu menjadi ikon kuliner tengah Kota Solo. Ia berharap ada sosialisasi pemindahan PKL Kota Barat ke kawasan itu kepada masyarakat luas.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan sedang dalam kajian mengenai manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan itu. Namun, diperkirakan tidak ada perubahan rekayasa lalu lintas yang signifikan.

"Selasa [9/10/2019] baru kami koordinasikan dengan bidang perparkiran Dishub Solo dan Dinas Perdagangan mengenai detail manajemen rekayasa lalu lintasnya. Orang tua yang mengantar anaknya sekolah dapat menurunkan anaknya di dropzone itu, sementara kalau malam difungsikan sebagai lokasi PKL," ujarnya.

Ia menambahkan sepanjang flyover hingga di depan SDN 15 Solo itu telah dipasangi water barrier khusus tepat pada persimpangannya. Water barrier khusus itu untuk pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Pengendara roda dua tidak dapat berputar balik di simpang empat itu. Dipasangnya water barrier khusus itu sebagai langkah agar pejalan kaki dari arah barat atau timur dapat menyeberangi Jl. dr. Moewardi dengan leluasa.

Hal itu juga agar water barrier tidak dibuka sembarangan untuk berputar balik sehingga dropzone di sebelah timur jalan dapat terkoneksi dengan kawasan sebelah barat Jl. dr. Moewardi.