PPDB SD dan SMP Solo Abaikan Nilai, Netizen: Penak Zamanku!

Ilustrasi pelajar SMP (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
08 April 2019 18:05 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 untuk jenjang SD dan SMP di Kota Solo, Jawa Tengah, tidak memperhitungkan nilai siswa. Penerimaan siswa baru hanya mengacu jarak antara wilayah rukun tetangga (RT) dengan sekolah. Peraturan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati.

Etty Retnowati menambahkan penerimaan siswa baru untuk SD dan SMP pada 2019 di Solo ini tidak menggunakan standar nilai, melainkan zonasi semata. Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 SD-SMP di Kota Solo hanya mengacu jarak antara wilayah rukun tetangga (RT) dengan sekolah. Sedangkan nilai tidak masuk perhitungan.

“Jarak yang dihitung nantinya antara sekolah dengan RT tempat tinggal siswa. Nilai tidak diperhitungkan,” jelasnya kepada Solopos.com, Jumat (5/4/2019).

Kabar soal aturan zonasi PPDB 2019 untuk jenjang SD dan SMP itu menuai beragam respons netizen. Sejumlah netizen berpendapat, aturan tersebut tidak adil. Bahkan, ada netizen yang membandingkan peraturan sekolah di zaman dulu dan sekarang.

Harus banget ya min, cuma cari sekolah harus beli tanah? Bagus sekolah swasta favorit. Seleksi pakai nilai tes. Enggak pakai zonasi, bahkan sudah banyak yang tutup karena kuota sudah penuh. Padahal belum UN,” komentar @riaaysifa di akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan kabar dari Solopos.com, Senin (8/4/2019).

Dulu pas zamanku mau sekolah harus berkompetisi. Mau masuk sekolah favorit kudu belajar yang giat. Sekarang kok jarak menentukan, bukan prestasi. Tapi, ya enggak tahu juga. Siapa tahu program sekarang bisa mengangkat sekolah yang kurang bagus. Dan semoga fasilitas setiap sekolah sama,” imbuh @serly6036.

Kog rasanya lebih gagah anak sekolahan zaman dulu. Berjuang mati-matian biar bisa masuk sekolah unggulan. Apalagi yang di luar kota, karena nilainya dikurangi. Hla sekarang, enggak ada sekolah unggulan, karena dianggap sama. Gimana membangkitkan semangat belajar biar jadi orang pintar dan bisa masuk sekolah unggulan?” tanya @noer.ainun.

Enggak harus pintar duluan, yang penting rumah dekat sekolahan,” imbuh @benyglen.

Enggak usah terlalu pintar sekolah sekarang. Yang penting rumahmu dekat dengan sekolahan. Atau ganti KK yang dekat dengan sekolahan favorit,” imbuh @imah_oioi.