Kerap Kebakaran, Kawasan Pertokoan Nonongan Solo Diinspeksi Menyeluruh

Kebakaran di Toko Mega Grosir, Nonongan, Solo, Minggu (7/4/2019) malam. (Solopos - Nicolous Irawan)
08 April 2019 19:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo berencana menginspeksi pertokoan di kawasan Nonongan, Jl. Yos Sudarso, Pasar Kliwon, dalam waktu dekat.

Inspeksi dilakukan untuk mengecek kondisi bangunan, kelistrikan, dan penempatan barang yang berpotensi menyebabkan musibah kebakaran. Kepala Damkar Kota Solo, Gatot Sutanto, mengatakan kebakaran di kawasan itu sudah berulang kali terjadi.

Sebelum kebakaran toko mainan Mega Grosir dan Hokky Toys pada Minggu (7/4/2019) malam, pada April 2014 lalu, kebakaran besar melanda pusat perbelanjaan alat tulis Putra Merdeka. Kebakaran itu berlangsung cukup lama. Api baru padam setelah 20 jam proses pemadaman.

Gatot mengatakan kawasan pertokoan tersebut merupakan lingkungan padat, strategis, dan menjadi salah satu objek vital di Kota Bengawan. Dinas Damkar menyiapkan alarm pintar untuk dipasang di lokasi itu, selain sosialisasi aplikasi laporan kebakaran berbasis Android.

“Selain aplikasi, sosialisasi juga akan menjelaskan bagaimana menempatkan barang. Reaksi setiap bahan terhadap api berbeda. Ada yang mudah terbakar ada yang tidak, perlu penanganan masing-masing,” jelas Gatot saat diwawancarai Solopos.com, Senin (8/4/2019).

Soal penyebab kebakaran, Gatot menyebut tentang potensi human error maupun kesalahan perangkat pada instalasi listrik. Kelistrikan menjadi tanggung jawab penghuni dan pengelola bangunan.

“Kami hanya lebih ke proteksi bahaya kebakaran, ada aturan sertifikasi laik operasional [SLO] bagi bangunan baru yang akan memasang listrik. Bangunan lama juga ada tapi bertahap,” kata dia.

Sebagai informasi, kebakaran yang terjadi di pertokoan Nonongan, Kauman, Solo, Minggu (7/4/2019) pada pukul 20.30 WIB akhirnya padam 2,5 jam kemudian atau sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas terus melakukan pendinginan hingga Senin (8/4/2019) pukul 01.00 WIB.

Setelah petugas dan mobil damkar kembali ke markas, titik api sempat muncul lagi sekitar pukul 04.00 WIB. Damkar kemudian kembali menurunkan dua unit mobil ke lokasi.

Gatot mengatakan api kembali muncul diduga akibat plastik pembungkus mainan sehingga air tak bisa menembus sampai ke bagian dasar tumpukan mainan. “Sama seperti di Pasar Legi, tepung-tepung sekiloan yang dibungkus plastik itu susah padam karena menumpuk air tidak bisa menembus. Tapi sekitar pukul 06.00 WIB, api sudah dapat dikendalikan,” kata dia.