Lewat Pemilu Run, KPU Sukoharjo Tekan Angka Golput

Peserta Pemilu Run KPU Sukoharjo bersiap berlari di Stadion Gelora Merdeka Sukoharjo, Minggu (7/4 - 2019).
08 April 2019 10:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo  menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat   guna menekan angka golongan putih (golput).

KPU menargetkan persentase golput tersebut ditekan hingga 24,3 persen dan partisipasi  pemilih sebesar 75,7 persen. Salah satunya KPU menggelar Pemilu Run dengan tema Pemilih Berdaulat Negara Kuat. Acara dihelat KPU Sukoharjo  di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Sukoharjo, Minggu (7/4/2019).

Rangkaian kegiatan itu meliputi lomba lari, senam massal, dan pembagian hadiah. Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengibarkan bendera start peserta Pemilu Run tersebut.

"Pemilu Run ini adalah salah satu upaya kami menyosialisasikan pemilu yang tinggal menghitung hari. Tujuan lainnya adalah pendidikan bagi pemilih," kata Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda.

Pemilu Run diikuti sekitar 750 orang yang sebagian generasi milenial. Para peserta blusukan dari kampung ke kampung sekaligus menyosialisasikan pemilu kepada para pemilih. Targetnya warga menggunakan hak pilih saat pencoblosan nanti.

Peserta berlari sejauh 4,7 km dengan start rute halaman parkir Stadion Gelora Merdeka menuju Jl. Tentara Pelajar kemudian melewati Jl. Gading Indah, Jl. Letjen Sujono Humardani, dilanjutkan ke Jl. Jenderal Sudirman,  lalu finis di halaman parkir Stadion. 

Lima pelari putra tercepat adalah Aldimanta Mukti dengan waktu 16 menit 55 detik disusul Zulfitra P. Saputra, Hanindito Bintang R., Fauzan A., dan Riski Tri Utama. Sedangkan pelari putri tercepat adalah Dewi Permata Sari dengan waktu 22 menit 48 detik. Lalu Savira Niken Hapsari, Devina Wijayanti, R. Ayu D., dan M. Deptikana S. Mereka mendapatkan medali Pemilu Run dan bingkisan. 

Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus menyosialisasikan pelaksanaan pemilu 2019. Selain itu mengajak para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 17 April mendatang. 

Sosialisasi sejenis ini terus digenjot KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemungutan suara 17 April mendatang. Langkah ini sekaligus memenuhi target yang dipatok nasional sebesar 75,7 persen.

Berdasarkan catatan KPU, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Sukoharjo pada Pemilu 2004 sebesar 84 persen, kemudian pada Pemilu 2009 menurun menjadi 71 persen, kemudian pada 2014 sedikit naik menjadi 73 persen. 

Komisioner KPU Sukoharjo Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM),  Suci Handayani, menyebut penyelenggaraan Pemilu 2019 sangat kompleks. Pemilih menghadapi lima kertas surat suara sehingga dibutuhkan kecerdasan dalam mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS). "Jadi sosialisasi harus masif kami lakukan. Tidak hanya kepada pemilih pemula tapi juga yang lain," katanya.