Warga Prayunan Sragen Tanam Pisang di Jalan Rusak, Pemkab Kirim Sirtu

Sebuah tulisan berisi sindiran dan protes terhadap kerusakan jalan terpasang di pinggir Jl. Bejingan-Sidodadi, tepatnya di Dukuh Prayunan, Sidodadi, Masaran, Sragen, Minggu (7/4 - 2019). (Tri Rahayu)
08 April 2019 17:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Warga di Dukuh Prayunan, Desa Sidodadi, Masaran, Sragen, menanami jalan yang rusak selama 12 tahun dengan pohon pisang. Pemkab Sragen merespons dengan mengirim pasir dan batu (sirtu).

Jalan rusak itu adalah jalan kabupaten sepanjang 1,5 km dari Prayunan ke Balai Desa Sidodadi. Penanaman pohon pisang dilakukan pada Jumat (5/4/2019) malam. Protes warga sempat viral di media sosial.

Selain menanam pohon pisang, warga juga membuat tulisan tangan pada kain putih dan dipasang di pinggir jalan, seperti “Cinta Butuh Pengorbanan, Jalan Butuh Perbaikan; Simbahku dadi korban janjimu; Nikmati jalan berlubang walau tak senikmat lubang berjalan; Belai lubangku dong Bang; Maratuwaku ngasi gila lewat dalan kulon omahku; serta Jalan itu untuk dinikmati, bukan membuat orang tersakiti.”

Protes disampaikan anggota Karang Taruna Kusuma Bhakti Prayunan dan warga. Ketua Karang Taruna Kusuma Bhakti Prayunan, Sidodadi, Masaran, Sragen, Syamsudin, 21, saat ditemui Solopos.com di Prayunan, Minggu (7/4/2019), menyampaikan penanaman pohon pisang bukan unjuk rasa, tetapi hanya sebagai sarana agar jalan tersebut diperhatikan Pemkab.

Dia mengatakan jalan tersebut dibiarkan rusak selama 12 tahun. Pernah ditambal sulam, namun sekarang rusak parah. “Janjinya dulu, alus dalane gampang sandang pangane [halus jalannya mudah mencari pekerjaaan]. Tapi itu janji belaka. Kami hanya menagih janji itu. Jalan rusak mengganggu warga, khususnya Prayunan. Kalau dibiarkan terus pasti akan jatuh korban meskipun hanya terpeleset atau terjatuh. Penanaman pohon pisang supaya jalan diperhatikan dan segera diperbaiki seperti jalan-jalan di kampung lain. Seperti Jalan Gronong-Puskesmas itu hampir empat kali diperbaiki,” ujar dia.

Tokoh masyarakat Dukuh Prayunan yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidodadi, Agus Sutadi, 52, mengatakan jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Protes yang dilakukan anggota karang taruna sempat viral di media sosial dan diketahui Camat Masaran. Tindak lanjutnya adalah rapat di Balai Desa Sidodadi pada Sabtu (6/4/2019).

“Pak Camat turun tangan. Permintaan warga jalan itu dibeton seperti jalan-jalan lain. Kalau hanya diaspal sama saja. Panjang jalan sekitar 1,5 km. Pak Camat dan Pak Lurah [kepala desa] siap memfasilitasi untuk menyampaikan ke Pemkab Sragen supaya mendapat perhatian,” ujarnya.

Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengirim material pasir dan batu untuk menguruk lubang di jalan rusak pada Minggu pagi. Anggota karang taruna dan warga meratakan material yang sebenarnya tak sesuai dengan harapan mereka pada Minggu siang.

Kabid Bina Marga DPUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto, menjelaskan ruas jalan Bejingan-Sidodadi sudah masuk dalam usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020. Apabila perbaikan jalan bersifat mendesak maka peningkatan jalan diusulkan pada APBD Perubahan 2019.

“Untuk penanganan sementara, kami sudah mengirim material sirtu ke lokasi. Hari ini [Minggu] mungkin mulai pemadatan. Nilai dananya, saya tidak hafal karena datanya ada di kantor,” ujar dia.