Tutup TPS Liar di Ketitang Boyolali, Diganti Pos Keamanan

Kendaraan melintas di Jembatan Tinawas, Desa Ketitang, Nogosari, Boyolali. Peringatan larangan membuang sampah terpasang di area jembatan yang dulunya merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Foto diambil belum lama ini. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
08 April 2019 01:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pemerintah Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Boyolali, menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sisi utara Jembatan Tinawas.

Pemdes berencana mendirikan Pos Keamanan Desa di lahan bekas TPS liar tersebut. Seperti diketahui, sisi utara Jembatan Tinawas di Jl. Nogosari-Kalioso menjadi TPS liar selama belasan tahun.

Tumpukan sampah basah seperti bekas makanan dan popok bayi mengakibatkan bau tak sedap kerap muncul dan menuai keluhan masyarakat.

Awal Februari lalu, pihak desa menutup area TPS liar itu dengan memberi pagar pembatas. Pagar dilengkapi spanduk berukuran sekitar 5 meter x 3 meter dengan dua tulisan peringatan.

Pertama adalah peringatan pemberian sanksi bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan serta pengumuman bahwa di tempat tersebut akan dibangun pos keamanan desa.

Kepala Desa Ketitang, Suparmin, menuturkan wilayah Ketitang yang berada di tepi jalan raya kerap menjadi sasaran TPS liar oleh warga yang bukan hanya warga desa. “Untuk itu kami beri pagar pembatas agar TPS liar tak muncul lagi,” ujar dia ketika berbincang dengan Solopos.com, pekan lalu.

Suparmin menambahkan selain ruas Jembatan Tinawas, tempat lain yang kerap menjadi sasaran TPS liar ada di kawasan Lapangan Klayutan. Untuk itu, ke depan desa berencana membangun TPS komunal.

Sementara itu, disinggung mengenai pembangunan pos keamanan desa Suparmin berencana memulainya pada tahun ini. “Hanya saja anggaran harus bergantian dengan pembangunan gedung serbaguna,” imbuh dia.

Dia juga mengatakan belum ada rincian anggaran mengenai pembangunan pos keamanan tersebut.