Bantah Kampanye, Ini Penjelasan Kades Manggis Boyolali Soal Pidatonya di Acara Pernikahan

Yusuf, (kedua dari kanan), bersama rekan di Kantor Bawaslu Boyolali, Senin (8/4/2019), menunjukkan foto-foto Kepala Desa (Kades) Manggis, Kecamatan Mojosongo, Muhajirin, saat kampanye di sebuah acara pernikahan. (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
08 April 2019 21:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Kepala Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Muhajirin, membantah telah melakukan kampanye di acara hajatan warga pada 31 Maret lalu.

Menurutnya saat itu dirinya hanya diminta langsung oleh warga untuk melakukan sosialisasi pemilu. “Bukan karena hajatan tapi kebetulan saja warga sedang berkumpul dan minta sosialisasi,” tutur Muhajirin saat dihubungi Solopos.com, Senin (8/4/2019).

Sosialisasi itu pun menurut Muhajirin hanya dengan menerangkan jenis-jenis surat suara, seperti abu-abu untuk pemilihan presiden, kuning untuk DPR RI, dan hijau untuk DPRD kabupaten. Muhajirin juga membantah telah menyebutkan nama paslon tertentu saat melakukan sosialisasi. “Tidak menyebutkan siapa-siapa,” imbuh dia.

Selain itu, Muhajirin mengaku sosialisasi surat suara merupakan sosialisasi sampingan. Sosialisasi yang utama adalah mengajak warganya yang telah berusia di atas 17 tahun untuk melakukan perekaman KTP elektronik. Hal tersebut sebagai langkah untuk menunjang kelancaran Pemilu, 17 April nanti.

Sebagaimana diinformasikan, Muhajirin dilaporkan ke Bawaslu Boyolali karena diduga mengampanyekan sejumlah nama calon anggota legislatif (caleg), salah satunya istrinya, Tatik Anggraini, yang menjadi caleg DPRD Boyolali.

Bawaslu Boyolali sudah memanggil sembilan orang saksi dari pelapor untuk dimintai klarifikasi, Senin. Sedangkan Muhajirin rencananya dimintai klarifikasi, Rabu (10/4/2019) mendatang.