Kaum Milenial Wonogiri: Pemilu Harusnya Menyenangkan!

Komunitas Wonogiri Runners berpartisipasi dalam KPU Wonogiri Colour Fun Run di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Minggu (7/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
08 April 2019 03:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Lebih kurang 1.000 warga Wonogiri yang mayoritas generasi milenial mengikuti KPU Wonogiri Colour Fun Run, Minggu (7/4/2019) mulai pukul 06.00 WIB.

Sebelum acara inti dimulai, yakni lari sejauh lebih kurang 3 km, mereka mengikuti senam zumba di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri di kawasan kota. Seusai senam bersama, panitia memulai kegiatan lari.

Sebanyak 300 peserta yang membawa bubuk berwarna langsung menaburkannya di udara secara bebas. Ada pula yang menaburkan ke badan peserta lainnya. Para peserta pun semringah mengikuti kegiatan itu.

Beberapa lama kemudian para peserta tiba di alun-alun lagi yang juga menjadi garis akhir. Kedatangan mereka disambut pentas musik. Panitia menghadirkan orkes melayu (OM) P.N.S untuk menghibur mereka.

Meski kegiatan terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak ada satu pun perserta yang mengenakan pakaian atau atribut partai politik (parpol) atau gambar calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres). Semua melebur menjadi satu dalam suka cita menyambut pemilu, 17 April mendatang.

Di sela-sela pentas musik, petugas KPU menyosialisasikan berbagai hal terkait Pemilu 2019. Wonogiri Runners adalah satu di antara sejumlah komunitas pehobi olahraga lari yang mengikuti kegiatan.

Ketua Wonogiri Runners, Syarif Nur Hidayat, saat ditemui Solopos.com seusai kegiatan mengaku hari itu sangat senang dapat bersuka ria bersama 154 anggota komunitas yang dipimpinnya. Kegiatan itu setidaknya dapat menjadi hiburan di tengah konstelasi politik yang kian memanas.

Menurut pemuda 24 tahun itu sudah seharusnya hari-hari menjelang pemungutan suara diisi hal-hal yang menyenangkan. Masyarakat sudah bosan disuguhi perdebatan yang tak pernah selesai, berita bohong atau hoaks, saling memfitnah, mencaci, dan tindakan negatif lainnya.

“Mending bersuka cita seperti ini. Selain mendapatkan pengetahuan soal pemilu, badan menjadi sehat. Saya yakin peserta kegiatan ini pun berbeda-beda pilihannya. Namun, ini seolah tidak ada perbedaan. Semua melebur, bersenang-senang bersama,” kata Syarif.

Dia bersyukur tidak ada perpecahan di tubuh komunitasnya. Syarif sejak awal meminta para anggota tidak membahas masalah politik di komunitas. Bagi dia soal pilihan politik merupakan wilayah pribadi.

Sebaliknya, Syarif mewajibkan anggotanya yang sudah memiliki hak pilih memberikan suara saat pemungutan suara mendatang. Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, mengatakan kegiatan itu sebagai sarana penyampaian pendidikan politik dan pemahaman berdemokrasi yang bermartabat.

Melalui kegiatan tersebut KPU berpesan siapa pun yang terpilih, mereka akan menjadi pemimpin dan akan berupaya memajukan Indonesia.

“Pemilu itu tak ubahnya mengikuti kegiatan lari bersama hari ini, menyenangkan. Peserta mendaftar secara tertib, berlari bersama, dan pada akhirnya badan sehat, hati terhibur. Jangan membuat dan sebarkan hoaks. Ini pesta demokrasi bukan ajang saling membenci,” ucap Toto.