3 Orang Ditemukan Meninggal di Wonogiri, Salah Satunya Gantung Diri

Warga mengevakuasi mayat Tukino, 79, warga Gondang RT 001/RW 007, Bulurejo, Giriwoyo, Wonogiri, Senin (8/4/2019). (Istimewa - Humas Polres Wonogiri)
08 April 2019 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Petani asal Gondang RT 001/RW 007, Bulurejo, Giriwoyo, Wonogiri, Tukino, 79, meninggal dunia akibat tenggelam di kedung atau cekungan Sungai Gondang tak jauh dari rumahnya, Minggu (7/4/2019) siang.

Mayatnya baru ditemukan, Senin (8/4/2019) pukul 07.15 WIB. Peristiwa itu menambah daftar panjang kasus penemuan warga meninggal dunia di Kota Sukses selama Januari-8 April.

Pada sembilan hari terakhir saja tercatat sudah ada tiga orang yang ditemukan meninggal dunia di sawah dan akibat bunuh diri. Perwira Urusan (Paur) Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, kepada Solopos.com, Minggu, mengatakan Tukino ditemukan warga sudah meninggal dunia di dasar kedung sungai.

Keluarga bersama warga mencari Tukino sejak Minggu pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, Tukino menanam tembakau di tegalan atau kebun tak jauh dari rumahnya. Setelah itu dia berpamitan pulang kepada petani lainnya.

Namun, hingga sore Tukino tak kunjung sampai rumah. Keluarga bersama warga mencarinya di tegalan tempat Tukino biasa mencari rumput dan sekitar Sungai Gondang di dekat jalan menuju dan pulang dari tegalan.

Namun, hingga pukul 24.00 WIB pencarian tak membuahkan hasil sehingga pencarian dihentikan. “Pada pagi harinya, yakni pukul 06.00 WIB, pencarian dilanjutkan. Fokusnya di sungai, terutama kedung. Warga mencari korban di sungai dan kedung karena curiga Tukino terpeleset ke sungai. Sungai itu berada di dekat jalan ke tegalan. Benar saja, satu jam pencarian warga menemukan tubuh korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di perairan,” kata Iwan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.

Tukino merupakan satu dari tiga warga Wonogiri yang ditemukan meninggal dunia selama kurun waktu sembilan hari terakhir, yakni 31 Maret-8 April. Dua orang lainnya yang ditemukan meninggal dunia yakni, Usman, 72, warga Payaman RT 001/RW 002, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Bulukerto, dan Sadiyo, 60, warga Jetis RT 001/RW 005, Doho, Girimarto.

Usman ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dapur rumah anak angkatnya, 31 Maret. Diduga kuat dia gantung diri. Sementara Sadiyo ditemukan meninggal dunia di sawahnya diduga karena sakit pada 1 April.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Bagian Operasi (Bagops) Polres Wonogiri, sembilan warga Wonogiri ditemukan meninggal dunia sejak Januari-8 April. Sebelum tiga orang ditemukan meninggal dunia selama sembilan hari terakhir, enam orang lainnya ditemukan dengan kondisi sama pada Januari.

Mereka terdiri atas dua orang meninggal akibat bunuh diri dan empat lainnya akibat tersetrum listrik, karena sakit lalu meninggal di sawah, dan tertimpa pohon tumbang saat berkendara.

Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Jaka Wibawa, menyoroti fenomena bunuh diri di Kota Sukses yang kebanyakan dilakukan orang lanjut usia (lansia). Menurut dia, banyaknya orang bunuh diri perlu segera disikapi seluruh stakeholder untuk menekan angka kasus bunuh diri.

Tokoh masyarakat, tokoh agama, warga, dan keluarga harus segera merespons jika ada orang yang sudah menunjukkan gejala, seperti pernah menyampaikan niat, depresi disertai sikap menutup diri, atau lainnya. Perhatian keluarga sangat penting orang tua merasa diabaikan.