Stikes Nasional Solo Jalin Kerja Sama dengan Lincoln University College Malaysia

Bibi Florina Abdullah, Pro Chancellor of Lincoln University College (kiri) berjabat tangan dengan Hartono, selaku Ketua Stikes Nasional (kanan) terkait kerja sama, Minggu (7/4 - 2019). (Tamara Geraldine)
09 April 2019 01:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nasional Solo menjalin kerja sama dengan Lincoln University College Malaysia.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Hotel Swiss Belinn Saripetojo Solo pada acara Seminar Nasional dan Workshop bertema Current Issue: Therapy, Treatment, and Management of Multidrugs & Antimikrobial Resistence oleh Program Studi D3 Farmasi, Minggu (7/4/2019).

Wakil Ketua Stikes Nasional Solo, Dhurhania, mengatakan kesepakatan kerja sama antara Stikes Nasional Solo dengan Lincoln University College Malaysia meliputi pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian, maupun publikasi ilmiah.

“MoU ini sejalan dengan tujuan Stikes Nasional Solo yaitu sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Momen ini juga menunjukkan kiprah Stikes Nasional Solo sebagai perguruan yang diakui secara internasional sehingga membuat pihak luar tertarik bekerja sama dengan kita,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di sela–sela acara, Minggu.

Kesepakatan kerja sama akan ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata yang diawali dengan short course kelas internasional. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan mahasiswa dari Lincoln University College di Kampus Stikes Nasional yang berlokasi di jalan raya Solo-Baki.

"Kerja sama dengan Lincoln University College Malaysia dirasa perlu dan layak untuk pengembangan dan penguatan hubungan antarkedua pihak. Namun, program apa pun harus tunduk pada kesepakatan bersama dan persetujuan dari masing-masing pihak, termasuk mobilitas civitas akademica dalam bidang akademik, proyek penelitian, publikasi ilmiah, konferensi bersama, seminar, maupun simposium,” ujar Dhurhania.

Saat ini penguatan pendidikan karakter (PPK) juga dibutuhkan. Menurut Dhurhania, paradigma yang berkembang selama ini di masyarakat adalah belajar hanya bisa dilakukan di ruang kelas. “Daya saing institusi dan SDM [Sumber Daya Masyarakat] bisa ditingkatkan, salah satunya melalui peningkatan kolaborasi dan jejaring antar perguruan tinggi untuk meraih keunggulan bersama. Kami berencana mengirimkan mahasiswa maupun dosen yang memiliki kualifikasi dan kompetensi untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di Lincoln University College, Malaysia,” ujarnya.