Poin-Poin Orasi Jokowi Di Stadion Sriwedari Solo

Capres 01 Jokowi berorasi di hadapan massa pendukung di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (9/4/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
09 April 2019 17:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menargetkan perolehan suara di atas 84% di Kota Solo saat pencoblosan Pilpres 2019, 17 April nanti.

Hal itu menjadi salah satu poin orasi Jokowi saat kampanye terbuka di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (9/4/2019) sore. Jokowi mengawali orasi dengan bercerita perjalanan karier politiknya di pemerintahan yang bermula dari Solo.

"Solo menjadi awal saya berkarir di pemerintahan. Dua periode belum selesai ditarik ke Jakarta, di Jakarta belum genap dua tahun ditarik ke menjadi Presiden," ungkap dia di hadapan massa yang memenuhi Stadion Sriwedari.

Jokowi melanjutkan pada Pilpres 2014 dia menang Pilpres dengan perolehan suara 66%. "Tapi melihat militansi sore hari ini saya enggak mau 60%, minimal 70%, nanti kalau dapatnya 75%, 80% boleh, 85% boleh, 90% boleh," seru dia.

Khusus Solo, pada Pilpres 2014 lalu Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapat 84% suara. "Awas saya berasal dari Solo, jangan sampai dapatnya sama, harus lebih dari 84%. Di atas 90% insya Allah apa yang kita sepakati akan terjadi, harus kerja keras, waktunya tinggal delapan hari. Soloraya semua harus menang!" kata dia.

Jokowi mewanti-wanti pendukungnya agar berhati-hati karena Jawa Tengah akan sangat menentukan menang dan tidaknya Jokowi-Ma'ruf Amin. Elektabilitas di Jawa Tengah akan menjadi penutup kebolongan suara di tempat lain.

Poin lain dalam orasinya Jokowi juga mengungkapkan sejumlah keberhasilan selama ini memimpin Republik Indonesia. Di antara keberhasilan itu adalah pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya (Trans Jawa).

"Sekali lagi kita harapkan delapan hari digunakan untuk konsolidasi, agar semuanya 17 April nyoblosnya nomor satu," kata dia.

Mengenai programnya jika terpilih lagi, Jokowi mengungkapkan soal KIP Kuliah yang akan memastikan anak-anak bisa kuliah sampai perguruan tinggi melanjutkan KIP SD SMP SMA. Selain itu ada kartu prakerja, lulusan SMA SMK, perguruan tinggi yang masih menganggur akan diikutkan pelatihan, baik untuk kebutuhan dalam maupun luar negeri sehingga skillnya bertambah.

Dengan pelatihan itu, Jokowi berharap lulusan SMK/SMA dan perguruan tinggi segera mendapat pekerjaan. "Kalau belum dapat kerja akan dapat insentif honor," kata dia.

Kartu sembako dengan harga yang sudah didiskon juga dipamerkan Jokowi dalam orasinya. Tiga kartu akan mulai efektif awal tahun depan.

Tak lupa Jokowi menyinggung soal hoaks politik yang ditujukan kepadanya. "Jangan sampai kita ini terkaget-kaget kalau ada hoaks seperti kalau Jokowi-Maruf menang pelajaran agama dihilangkan, LGBT dilegalkan, azan dihilangkan, harus kita lawan, peti mati bertuliskan hoaks, kubur hoaks!" seru dia