Truk Pengangkut Pakan Ayam Terperosok Selokan di Simo Boyolali

Belasan warga berusaha mengevakuasi satu unit truk yang terperosok ke selokan di jalan raya Simo-Klego di Desa Kedunglengkong, Simo, Boyolali, Selasa (9/4/2019) siang. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
09 April 2019 15:35 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Truk pengangkut pakan ayam yang dikemudikan Miftahudin, 27, terperosok di selokan jalan raya Simo-Klego, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Boyolali, Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.

Miftahudin selamat dari kecelakaan itu namun ia shock. Saat kejadian, kondisi jalan itu sepi. Miftahudin mengemudikan truk itu dari kawasan kota Kecamatan Simo menuju Salatiga melewati jalur Klego kemudian berbelok ke arah Karanggede.

Rencananya pagi itu dia harus sampai di Tingkir, Salatiga, untuk mengantar 20-an karung pakan ayam milik sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan.

Saat melewati jalan berkelok-kelok di sisi timur Lembah Gunung Madu (LGM) itu truk berpelat nomor R1848 GM yang dikemudikan Miftahudin terperosok ke selokan yang saat itu kering.

“Enggak tahu pas sadar tiba-tiba terperosok begitu saja,” ujar Miftahudin kepada Solopos.com di lokasi kejadian.

Tempat terperosoknya truk tepat berada di sisi kiri jalan dengan kontur berkelok. Selokan di sana membentang sepanjang jalan dengan lebar kira-kira dua meter. Di batas selokan dan jalan, rumput liar setinggi satu meter mememenuhi permukaan tanah. Keadaan itu membuat selokan tak terlihat.

Miftahudin mengaku baru sadar saat tubuhnya sedikit terdorong ke depan di belakang kemudi truk. Saat dirinya kembali menginjak gas, truk berwarna biru itu justru oleng ke kanan dan tidak mau bergerak.

Miftahudin kemudian turun dari truk dan mendapati kendaraannya itu sudah terperosok ke selokan. Beberapa saat kemudian puluhan warga berdatangan ke lokasi kejadian.

Mereka penasaran dengan yang terjadi. Sekitar pukul 09.00 WIB, sopir truk lain datang. Saat itu seluruh muatan truk telah dikeluarkan oleh warga setempat dan ditata berjejer di pinggir jalan.

Sopir-sopir itu merupakan pengemudi truk lokal yang biasa mangkal di wilayah Boyolali. “Kami langsung datang saat tahu kabarnya [kecelakaan truk Miftahudin],” ujar salah satu sopir, Ahmad.

Ahmad bersama belasan sopir dan awak truk lain kemudian menolong Miftahudin. Mereka memanfaatkan dua unit truk untuk menarik truk yang terperosok. Tali tambang dipasang di dua truk tersebut dan diikatkan di bagian bawah truk yang terperosok.

Satu sopir menarik gas dari dalam agar semakin memudahkan proses evakuasi. Sementara yang lainnya ramai memberikan aba-aba. Masih tetap tak kuat, satu kendaraan berat lain didatangkan.

Truk Miftahudin pun akhirnya berhasil dikeluarkan dari selokan setelah proses evakuasi selama hampir dua jam. Pria yang tubuhnya masih gemetar itu ikut menyaksikan bagaimana kawan-kawannya menarik truk ke bibir jalan.

Proses evakuasi berlangsung hingga mendekati waktu Duhur. Jalan juga sempat ditutup dan arus lalu lintas dibelokkan sementara ke jalan di sisi selatan di dukuh Gumukrejo, Desa Kedunglengkong.

Setelah truk berhasil ditarik ke tepi, para sopir bergotong-royong menaikkan muatan ke truk lain. Keseluruhan proses evakuasi itu tidak melibatkan polisi melainkan murni swadaya atas nama solidaritas sesama sopir truk.