Lumayan Juga, Jumlah Warga Klaten yang Mau Mencoblos di Luar Negeri

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). (Solopos/Dok)
09 April 2019 02:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Jumlah pemilih di Klaten mencapai 1.004.526 orang. Jumlah calon anggota legislatif (caleg) DPRD kabupaten mencapai 517 orang. Sejauh ini, KPU Klaten sudah menyiapkan berbagai logistik guna mendukung kelancaran Pemilu 2019. Hal itu termasuk persiapan surat suara, kotak suara, bilik suara, tinta, alat pencoblos, dan lainnya.

Persiapan logistik sudah hampir rampung. Jumlah surat suara yang disiapkan berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap [DPT] ditambah dua persen. Saat ini tinggal merampungkan surat suara DPRD kabupaten. Tahapannya sudah penyortiran. Diharapkan, awal pekan depan sudah rampung. Prinsipnya, KPU Klaten sudah siap menggelar Pemilu 2019,” kata Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, saat ditemui wartawan di Alun-alun Klaten, Minggu (7/4/2019).

Menurut dia, sesuai hasil rekapitulasi sementara, 20-an warga asli Klaten terdeteksi bakal menggunakan hak suaranya di luar negeri. Para calon pengguna hak suara di luar negeri itu didominasi tenaga kerja Indonesia (TKI) dan mahasiswa yang masih menempuh kuliah di luar negeri.

“Secara keseluruhan, angka pemilih yang masuk dan keluar Klaten mencapai 500-an orang. Jumlah yang masuk dengan keluar hampir sama. Dari angka itu, ada yang mengurus surat pindah memilih atau mengurus formulir A5 karena ingin mencoblos di luar negeri, seperti di Arab, Turki, Hong Kong, dan lainnya. Pengurusan surat pindah masih dilayani KPU hingga 10 April,” katanya.

Anggota Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Klaten, Wandyo Supriyatno, mengatakan saat ini tahapan pemilu masuk tahap kampanye terbuka, Minggu (24/3/2019)-Sabtu (13/4/2019). Pada Pemilu 2019, KPU menyiapkan 4.312 tempat pemungutan suara (TPS).

“Sosialisasi agar masyarakat menggunakan hak suaranya terus kami lakukan. Sosialiasi menyasar ke seluruh elemen masyarakat. Target yang dipatok 77,5 persen, melebihi angka di Pemilu 2014 yang mencapai 72 persen. Kami optimistis dapat memenuhi target itu,” katanya.