Netizen Tak Sabar Snorkeling di Umbul Brondong Klaten

Umbul Brondong di Klaten, Jawa Tengah (Instagram/sabri.paulipu)
09 April 2019 07:30 WIB Chelin Indra Sushmita Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Segudang objek wisata indah nan asri tersembunyi di Klaten, Jawa Tengah. Salah satunya adalah Umbul Brondong di Desa Ngrundul, Kecamatan, Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah. Pesona keindahan Umbul Brondong mulai dilirik sejumlah wisatawan.

Kini, pemerintah desa berupaya mengembangkan sumber daya air yang melimpah di Umbul Brondong. Rencananya, objek wisata Klaten ini bakal dikembangkan dengan konsep snorkeling seperti Umbul Ponggok di Polanharjo.

Semula, umbul yang berada di tengah areal pertanian warga itu biasa digunakan sebagai lokasi laku prihatin. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Ngrundul, Wahyu Widyanarko, umbul seluas 10 meter X 12 meter itu digarap serius guna diproyeksikan sebagai sumber pendapatan asli desa (PADesa). Pengembangan Umbul Brondong meniru Umbul Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Klaten.

Kabar pembangunan Umbul Brondong mendapat respons positif dari netizen. Mereka tak sabar berenang menikmati kesegaran air di Umbul Brondong, Klaten. Komentar tersebut disampaikan lewat akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan kabar dari Solopos.com, Minggu (7/4/2019).

"Ada tempat buat nyelem baru," komentar @vivie.styawati.

"Tiket masuknya kira-kira berapa ya?" tanya @david.aryas.

"Kebanyakan nyemplung di umbuh nanti jadi mumbul hlo min, wkwkwk," kelakar @sarungbatikkita.

Diberitakan sebelumnya, pemberian nama wisata Klaten dengan brondong itu tak terlepas dari air yang keluar dari sumber mata air diyakini besarnya sak brondong-brondong. Oleh warga setempat, umbul itu dikenal Umbul Brondong.

Air di Umbul Brondong, Klaten, mengeluarkan buih seperti minuman bersoda. Pemandangannya pun sangat indah dengan latar belakang Gunung Merapi dan sawah yang terlihat dari Umbul Brondong. Jarak Umbul Brondong dari Jogja tidak terlalu jauh. Pengunjung cukup membayar parkir saja. Sebab, Umbul Brondong masih dalam tahap pengembangan. Jadi, pengunjung tidak ditarik tiket masuk.