Bupati Wonogiri Kasih Rp1 Juta Bagi Peraih Nilai UN 100

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Solopos - Dok)
09 April 2019 13:09 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyiapkan kembali hadiah uang tunai untuk pelajar SMP yang meraih nilai 100 pada Ujian Nasional (UN) mendatang.

 Setiap mata pelajaran yang diujikan mendapat nilai 100, siswa mendapat Rp1 juta. Hadiah serupa pernah diberikan pada 142 pelajar SMP pada tahun lalu.

Bupati menjelaskan hadiah itu untuk memotivasi siswa agar lebih berprestasi. Sebab, pengembangan pendidikan membutuhkan sinergisme antara entitas pendidikan dengan kebijakan pemerintah. “Salah satunya memberikan reward kepada siswa berprestasi dengan nilai 100. Kami juga ada program lain dengan menggratiskan sekolah, hingga memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi,” kata Bupati yang akrab disapa Jekek ini saat ditemui wartawan di pendapa rumah dinasnya, Senin (8/4/2019).

Ia menuturkan pemberian hadiah dan kebijakan lainnya sebagai kerangka besar mendorong akselerasi sistem pendidikan, memperlakukan siswa tanpa diskriminasi sehingga menumbuhkan rasa gembira dalam diri siswa. “Pada prinsipnya berapa pun siswa yang meraih nilai 100, Pemda mampu secara anggaran. Saya lebih melihat semangat kompetisi bagi siswa-siswa kita. Itu yang akan kami dorong,” harap Bupati.

Informasi yang dihimpun Espos, peraih nilai 100 untuk jenjang SMP akan menerima Rp1 juta per mata pelajaran. Sedangkan, untuk siswa SD menerima Rp500.000 per mata pelajaran. Tahun lalu, ada 142 siswa SMP dan 425 siswa SD peraih nilai 100.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab menggelar sosialisasi UN dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP/MTs di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri. UN SMP/MTs akan digelar pada Senin-Kamis (22-25/4). Ujian susulan digelar pada Senin-Selasa (29-30/4/2019).

Salah satu peserta peraih nilai 100 tahun lalu, Christopher Daniel Tristan, membagikan tips kepada guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Wonogiri. Alumnus SMPN 1 Wonogiri ini mendapatkan nilai 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. “Menjelang ujian saya fokus belajar. Ponsel saya diminta ibu. Saya ikut les dan dapat pelajaran tambahan di sekolah,” katanya.

Ia berpendapat UN masuk dalam kategori High Order Thinking Skills (HOTS). Soal semacam ini menempatkan pilihan jawaban dalam kondisi semuanya benar. Namun, di antara pilihan itu ada jawaban yang paling benar.