Beredar Video Camat Kampanye, Bawaslu Wonogiri Lakukan Investigasi 

Ilustrasi netralitas PNS. (Solopos/Dok)
09 April 2019 18:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Rekaman video seseorang diduga Camat Purwantoro, Joko Susilo, mengarahkan audiens agar memilih calon presiden dan calon anggota legislatif tertentu beredar di Wonogiri awal pekan ini.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri kini tengah menginvestigasi video tersebut. Apabila isi dalam video itu terbukti benar, itu artinya Camat Purwontoro melanggar netralitas pegawai negeri sipil (PNS) dalam pemilu.

Rekaman video yang beredar itu berisi seorang pembicara diduga Joko Susilo dalam sebuah pertemuan di Purwantoro. Dalam materi pembicaraannya, Joko Susilo mengisyaratkan agar peserta pertemuan satu gerbong dengan Bupati dalam Pemilu 2019, yakni memilih calon presiden (capres) Joko Widodo. 

Anggota Bawaslu Wonogiri, Isnawanti Sholihah, kepada Solopos.com, Selasa (9/4/2019), menyampaikan hingga hari itu belum ada pihak yang melapor secara resmi terkait dugaan ketidaknetralan Camat Purwantoro. Bawaslu baru sebatas menerima informasi. 

Kendati demikian, Bawaslu tetap menindaklanjutinya dengan melakukan investigasi. Bawaslu bersama Panitia Pangawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Purwantoro mengumpulkan data dan keterangan di lapangan yang nantinya dijadikan bukti. 

Data-data krusial yang perlu dihimpun seperti lokasi, waktu, kepentingan pertemuan, identitas pembicara, dan bukti-bukti yang dibutuhkan lainnya. “Informasi kami terima tadi malam [Senin, 8/4/2019]. Hari ini kami mulai menginvestigasi,” kata perempuan yang akrab disapa Isna itu.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, dalam rekaman berdurasi 1 menit 15 detik itu ada seorang lelaki berpakaian pakaian dinas harian (PDH) khaki yang berbicara sambil memegang mik. Lelaki itu duduk di antara beberapa orang membelakangi backdrop bertuliskan Sarasehan Persatuan Perangkat Desa Indonesia Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri. 

Isi Rekaman

Sosok lelaki yang berbicara di rekaman tampak selama delapan detik. Selebihnya video memperlihatkan pelantang dan suasana di tempat parkir di sisi tempat pertemuan. 

Dalam rekaman itu pembicara menyampaikan, "dengan beliau Bapak Bupati Wonogiri, maka dari itu kami mohon juga kepada rekan-rekan kami perangkat desa yang ada di Kecamatan Purwantoro tidak ada satu pun yang tidak satu gerbong atau pun tidak sinergi dengan beliau Bapak Bupati Wonogiri. Sehingga pada akhirnya pada tanggal tersebut, mohon maaf titipan dari beliau, disampaikan mohon jangan dilupakan, mulai dari tingkat pusat, Pak Jokowi. Kemudian juga mohon maaf legislatifnya nomor satu, Pak Bambang Wuryanto, Bambang Pacul. Kemudian juga nuwun sewu DPD-nya sekaligus ini adalah nomor 28, kemudi.. 26. Kemudian selanjutnya sampai pada bawah. Ini semuanya harapannya [kata tidak jelas] merah dalam rangka PDI Perjuangan. Ini titipan dari beliau Bapak Bupati yang disampaikan kepada rekan-rekan camat dan kepala desa kelurahan yang kemarin diajak sarasehan di Hotel The Sunan di Surakarta".

Camat Purwantoro, Joko Susilo, tidak merespons panggilan telepon Solopos.com untuk dimintai konfirmasi. Melalui pesan di aplikasi Whatsapp (WA) dia mengarahkan Solopos.com meminta konfirmasi PPDI Purwantoro. 

“nywn tlng. Njen konfirmasi kalih ppdi ngeh mas, dalem mboten saged jawab,” tulis Joko.

Wakil Ketua PPDI Purwantoro, Nur Fatah, tak memungkiri dirinya hadir dalam pertemuan tersebut. Dia membenarkan pembicara yang terekam dalam video itu adalah Camat Joko Susilo. 

Camat menyampaikannya saat memberi sambutan acara sarasehan PPDI Purwantoro di pendapa kantor kecamatan, Senin (8/4/2019) pukul 10.00 WIB. Pada pokoknya saat itu Camat mengimbau warga melalui perangkat desa menggunakan hak pilih. 

Selain itu Camat menyampaikan seputar partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) di daerah pemilihan (dapil) III, khususnya Purwantoro. “Lalu menyampaikan hal seperti yang di video itu,” kata Kadus Senayu, Desa Biting, Purwantoro, itu.

Nur melanjutkan acara tersebut merupakan kegiatan internal PPDI Purwantoro. Camat memberi sambutan sebagai pemangku kepentingan di Purwantoro yang juga sebagai tuan rumah tempat digelarnya pertemuan. 

Ada salah satu perangkat desa yang merekamnya untuk konsumsi pribadi. Terpisah, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, membantah menitipkan pesan kepada Camat Joko Susilo tentang arahan agar kepala desa (kades)/lurah dan perangkat desa memilih capres, caleg, atau calon anggota DPD tertentu. 

Dia menyatakan tidak akan mungkin menyampaikan pesan-pesan seperti itu karena dia paham aturan pemilu. Saat ditanya mengenai pernyataan yang menyebutkan Bupati memberi pesan itu saat sarasehan bersama para camat dan kades/lurah di Hoten The Sunan, Solo, Bupati juga membantah. 

Menurut dia, sudah menjadi kewajiban seorang bupati menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan semua pihak. Bagi dia bertemu siapa pun selama lokasinya bukan lokasi terlarang tidak masalah.

“Saya akan minta klarifikasi dulu [kepada Camat Joko Susilo]. Apakah pernyataan itu disampaikan atas inisiatif pribadi atau bagaimana, baru bisa diketahui setelah yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi.