Call Center Polresta Solo Hang, Aduan Terbanyak Soal Knalpot Brong

Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Busroni, memeriksa surat pernyataan pelaku konvoi kendaraan yang menggunakan knalpot brong di Mapolresta Solo, Selasa (2/4 - 2019). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
10 April 2019 11:10 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Call center Polresta Surakarta yang di-handle oleh Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Busroni mengalami hang. Pasalnya, aduan dari masyarakat mengenai penyakit masyrakat dan berbagai kegiatan warga yang meresahkan mencapai ribuan.

Polresta Solo akhirnya mengganti nomor call center yang dapat menerima aduan melalui telepon, SMS, maupun aplikasi pesan instan Whatsapp.

Kasat Sabhara Polresta Solo, Kompol Busrni, kepada Solopos.com, Rabu (10/4/2019), mengatakan nomor aduan masyarakat yang dapat diakses melalui pesan instan Whatsapp yakni 08112957110. Menurutnya, perubahan hanya pada sebatas nomor call center saja untuk menguatkan daya tampung laporan.

“Yang memegang nomor call center tetap saya setelah perubahan nomor ini. Nomor sebelumnya sudah tidak bisa menampung ribuan laporan lagi. Paling banyak terakhir laporan knalpot brong yang langsung kami tindak lanjuti. Nomor baru lebih kuat daya tampungnya,” ujarnya.

Busroni menambahkan apabila masyarakat menemukan hal yang meresahkan atau penyakit masyarakat dapat melapor lewat nomor tersebut. Personelnya akan menindak lanjuti laporan itu. Ia menjamin identitas pelapor akan tetap aman.

Dibuatnya call center melalui pesan instan Whatsapp selain untuk memudahkan masyarakat juga mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Dengan mudahnya masyarakat melapor hal itu sebagai upaya kepolisian mewujudkan Kota Solo yang kondusif terbebas dari penyakit masyarakat.

Sebelumnya, menurut Busroni, saat awal call center Polresta diluncurkan, tiga dari sepuluh laporan masyarakat adalah laporan zonk atau fiktif. Namun, Busroni tak menyoalkan hal itu karena dianggap langkah percobaan.

Busroni menegaskan seluruh laporan pasti akan ditindak lanjuti. Polisi akan menyamar dengan berpakaian preman untuk mengecek kebenaran laporan itu. Setelah laporan dirasa benar, maka langsung ditindak lanjuti.

Fitur pelaporan itu kini dapat dilakukan dengan detail seperti menyertakan lokasi keberadaan dan foto. Sehingga, dalam penindakannya polisi dapat bertindak cepat dengan akurat. Ia meminta masyarakat tidak segan melapor melalui pesan instan itu.