Kampanye Dua Hari Berturut-Turut di Solo Bikin Jam Pulang Siswa Beragam

ilustrasi sekolah. (dok)
10 April 2019 15:05 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Jam pulang siswa di sejumlah sekolah di Solo beragam menyusul kegiatan kampanye terbuka Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 di Stadion Sriwedari pada Selasa (9/4/2019) dan Rabu (10/4/2019).

Ada sekolah yang mengambil kebijakan memulangkan siswa lebih awal, namun ada pula yang memulangkan siswa seperti hari-hari biasa. Kepala SDN Mangkubumen Lor 15 Solo, Agus Kristo Purwanto, mengatakan kegiatan belajar-mengajar berjalan seperti biasa. Kampanye terbuka Pilpres 2019 di Stadion Sriwedari Solo tidak berpengaruh. “Siswa SDN Mangkubumen Lor 15 mengikuti pembelajaran seperti [hari] biasa. Kampanye tidak memengaruhi kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Selasa.

Tidak ada imbauan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Solo untuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. “Hari ini [Rabu] anak–anak pulang seperti biasa, pukul 14.30 WIB. Pembelajaran terus berjalan walaupun ada kegiatan kampanye,” ujar dia.

Lain halnya dengan SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat. SD Muhammadiyah PK Kota Barat memulangkan siswa lebih awal. Wakil Kepala SD Muhammadiyah PK Solo, Muhammad Arifin, mengaku memulangkan guru dan siswa lebih awal karena kegiatan kampanye terbuka Pilpres 2019 di Stadion Sriwedari, Solo, hingga Rabu. Kedua capres sama-sama akan melaksanakan kampanye terbuka di Stadion Sriwedari. Joko Widodo (Jokowi) berkampanye pada Selasa, sedangkan Prabowo Subianto pada Rabu.

“Selama kampaye terbuka sekolah memulangkan siswa pukul 12.00 WIB. Setelah pukul 12.00 WIB sudah tidak ada lagi aktivitas pembelajaran di sekolah. Lokasi SD Muhammadiyah PK Kota Barat berdekatan dengan lokasi parkir pusat. Saya takutkan kemacetan,” ujar dia.

Ia mengakui kampanye terbuka membuat aktivitas belajar siswa di sekolah tak maksimal. Siswa seharusnya pulang pukul 14.30 WIB. “Saya mengimbau siswa untuk belajar di rumah supaya ada pengawasan dari orang tua,” ujar dia.

Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Muhdiyatmoko juga memulangkan siswa lebih awal karena kegiatan kampanye terbuka. “Memang SMP Muhammadiyah PK memulangkan siswa lebih awal. Kami memberikan tugas tambahan untuk dipelajari siswa di rumah,” ujarnya.