Berubah Lagi, Begini Pengaturan Lalu Lintas Koridor Jensud Solo Mulai Besok

Denah pengaturan lalu lintas di koridor Jensud Solo mulai Kamis (11/4 - 2019). (Istimewa)
10 April 2019 21:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo kembali mengubah manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) tahap kedua Jl. Jenderal Sudirman (Jensud). Hal itu menyesuaikan pemeliharaan batu andesit koridor Jensud yang telah berlangsung sejak bulan lalu.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Mudo Prayitno, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (10/4/2019) malam, mengatakan MRLL tahap kedua akan dimulai pada Kamis (11/4/2019) pukul 10.00 WIB.

“Secara umum tidak mengubah arah lalu lintas dengan kondisi MRLL pemeliharaan batu andesit tahap pertama. Dari arah Klewer atau Gladak menuju Pasar Gede atau ke Jl. Arifin masih bisa masih tetap melaju seperti biasa, Jl. Arifin yang hendak belok kiri juga masih bisa,” ujarnya.

Sementara itu, dari arah Pasar Gede menuju ke arah Jl. Jenderal Sudirman hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua dan becak. Kendaraan roda empat diarahkan menuju Ketandan.

Pada MRLL tahap pertama Jembatan Pasar Gede sempat ditutup namun karena berdampak kemacetan pada Simpang Empat Ketandan kendaraan roda dua dan becak diberi jalur khusus selebar tiga meter.

Kini, jalur khusus roda dua itu hanya bergeser menyesuaikan dengan pemeliharaan batu andesit. Ia menambahkan sosialisasi berupa petunjuk-petunjuk jalan yang dilalui pada MRLL tahap pertama masih digunakan.

Sosialisasi pengerjaan tahap pertama berupa petunjuk jalan sudah berlangsung seperti biasa hingga saat ini. Simpang Tiga Loji Wetan akan diberi barikade untuk membuat arus lalu lintas yang menuju utara wajib belok kiri ke Jalan Mayor Kusmanto.

Hal itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di lokasi pemeliharaan. Bus BST Koridor I yang semula melalui jalur Jl. Urip Sumoharjo lalu Jl. Jenderal Sudirman menuju Jl. Mayor Sunaryo diubah menjadi Jl. Urip Sumoharjo menuju Jl. R.E. Martadinata, lalu Jl. Kapten Mulyadi, menuju ke Jl. Mayor Kusmanto, dan masuk ke Jl. Jenderal Sudirman.

Menurutnya, dampak dari pemeliharaan itu akan terjadi beberapa kawasan yang rawan kepadatan pada waktu tertentu. Bundaran Tugu Jam, Simpang Empat Ketandan, Simpang Empat Loji Wetan, dan Simpang Empat Jl. Jenderal Sudirman diprediksi menjadi empat lokasi kepadatan.

Untuk mengantisipasi hal itu, penyesuaian fase dan waktu lama hijau alat pemberi isyarat lalu lintas di Simpang Jensud dan Ketandan ditekankan. Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Ari Wibowo, mengatakan MRLL tahap kedua akan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Secara umum tidak ada perubahan signifikan, hanya dari arah Pasar Gede menuju ke barat sedikit bergeser menyesuaikan dengan lokasi pemeliharaan.