Penyaluran Logistik Pemilu di Sukoharjo Ditarget Rampung 13 April 2019

Sejumlah pekerja tengah menata kotak suara dan surat suara untuk DPR RI dan DPRD Provinsi di Gedung Budi Sasono, Sukoharjo, Selasa (9/4 - 2019). (Solopos/Bony Eko W.)
10 April 2019 03:30 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo menargetkan penyaluran logistik pemilu ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) rampung pada Sabtu (13/4/2019). Saat ini, logistik pemilu berupa kotak dan surat suara untuk Pemilu Presiden (Pilpres) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) telah dikirim ke PPK pada Senin (8/4/2019).

Hal ini disampaikan Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (9/4). Menurut Nuril, KPU telah menyalurkan logistik pemilu berupa kotak dan surat suara, formulir dan sampul untuk pilpres dan DPD ke setiap PPK di Sukoharjo. “Kami telah mengirim logistik Pilpres dan DPD ke PPK lantaran waktunya cukup mepet menjelang pelaksanaan pemungutan suara. Targetnya semua penyaluran logistik Pemilu rampung pada 13 April. Logistik Pemilu dikirim ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] pada 16 April,” kata dia, Selasa.

Menurut Nuril, masih ada kekurangan ribuan lembar surat suara untuk Pilpres dan DPD yang belum dikirim perusahaan percetakan. Ribuan surat suara itu diketahui rusak saat penyortiran dan pelipatan surat suara.

Saat ini, petugas tengah menyiapkan penyaluran logistik Pemilu untuk DPR maupun DPR Jateng di Gedung Budi Sasono. “Masih ada dua desa yang letaknya di dekat Kantor KPU Sukoharjo yang belum menerima logistik Pemilu. Kami segera distribusikan jika telah menerima surat suara pengganti dari KPU Pusat. Kekurangan surat suara juga dialami hampir di setiap daerah, tak hanya Sukoharjo,” ujar dia.

Sementara penyaluran surat suara untuk DPRD kabupaten menunggu proses penyortiran sekaligus pelipatan di Gedung PGRI Sukoharjo. Para pekerja masih melakukan penyortiran surat suara DPRD kabupaten. “Yang jelas surat suara DPRD kabupaten yang rusak jauh lebih sedikit dibanding surat suara Pilpres dan DPD RI. Ada beberapa faktor penyebab rusaknya surat suara seperti bahan dan tinta yang tidak pas,” papar dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo, Bambang Muryanto, menyatakan anggota panitia pengawas kecamatan (Panwaswcam) dilibatkan dalam pengawasan penyaluran logistik pemilu di wilayahnya masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan logistik pemilu di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS).

Bawaslu tengah menggelar rapat kerja teknis pelaksanaan pemilu yang diikuti anggota Panwascam dan PPK. “Ada dua persen surat suara cadangan untuk mengantisipasi untuk pemilih tambahan yang pindah lokasi memilih. Anggota Panwascam bakal mengawasi penyaluran logistik Pemilu hingga tingkat KPPS,” kata dia.