Polres Sragen Kantongi Identitas Pemilik Akun FB Penghina Presiden Jokowi, Siapa Dia?

Wakil Ketua Tim Koalisi Pemenangan Jokowi-Maruf Sragen, Fathurrohman, menunjukan bukti laporan dan salinan akun Facebook yang menghina Presiden Jokowi kepada wartawan di R.M. Sin Sragen, Selasa (26/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
10 April 2019 13:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen berhasil mengungkap identitas pemilik akun Badak Badak Jenar yang diduga memuat ujaran kebencian dan menghina Presiden Joko Widodo.

Pemilik akun tersebut sudah dimintai keterangan. Saat diperiksa pemilik akun itu mengakui akun Facebooknya dibajak orang dan tidak merasa mengunggah kata-kata dan gambar dimaksud.

Penjelasan itu disampaikan Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat ditemui wartawan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Rabu (10/4/2019). Sebelumnya, tim pemenangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Jokowi-Ma’ruf Amin Kabupaten Sragen, Fathurrohman, melaporkan pemilik akun Facebook Badak Badak Jenar ke Mapolres Sragen pada Sabtu (23/3/2019) lalu.

“Kami menemukan postingan di akun tersebut pasa Jumat [22/3/2019]. Isi postingan itu diduga mengandung unsur ujaran kebencian dan penghinaan kepada Presiden Jokowi,” ujarnya Fathurrohman.

Harno lupa nama pemilik akun itu. Ia sempat membuka catatannya di ponsel Androidnya tetapi belum menemukan nama identitas pemilik akun itu. Harno mengungkapkan pemilik akun itu dikenai wajib lapor sejak dua pekan lalu.

“Pemilik akun ini kooperatif saat dipanggil polisi. Dari pengakuannya, ia tak pernah menulis postingan seperti diadukan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Maret lalu dengan alasan akun Facebooknya dibajak. Kami masih menelusuri kemungkinan akun itu benar-benar dibajak atau sekadar alasan belaka,” ujar Harno.

Harno mengaku masih proses pembuktian atas perkara itu. Bila sudah memiliki minimal dua alat bukti yang kuat, Harno memastikan akan menjerat pelaku dengan UU ITE. Dia mengimbau masyarakat pengguna media sosial hati-hati dan bijak ketika mengunggah sesuatu.

“Gunakan media sosial dengan bijak dan baik, jangan saling menghujat atau membenci! Itu etika yang kurang bagus,” katanya.