Sadis, Burung Merpati di Taman Tirtasari Sragen Ditembak

Dua pasang muda-mudi berduaan di trotoar jalan di dalam Ekowisata Mandala Bhakti yang menjadi satu kompleks dengan Taman Tirta Sari, Sine, Sragen Kota, Senin (18/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
10 April 2019 20:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Misi Pemkab Sragen untuk mempercantik Taman Tirtasari dengan menempatkan ratusan burung merpati di lokasi itu dinodai ulah oknum tidak bertanggung jawab. Burung-burung itu diduga ditembaki luar taman.

Hal itu terungkap setelah seekor burung merpati yang dikembangbiakkan Dinas Peternakan (Disnakan) Sragen terluka parah akibat tertembus peluru dari senapan angin. Peluru itu merobek bagian tembolok yang membuat burung merpati itu kesakitan.

“Kami menemukan burung itu dalam kondisi terluka pada Kamis [4/4/2019] pagi. Saat itu kami melihat pemandangan tidak lazim. Ada seekor burung yang berusaha memakan biji-bijan yang kami beri, tapi makanan itu selalu keluar dengan sendirinya dari bagian tembolok. Setelah kami periksa, ternyata bagian tembolok burung itu sobek persis seperti luka bekas tembakan. Kami memang tidak melihat langsung peristiwa penembakan burung itu. Tapi, kami menyaksikan sendiri luka akibat penembakan itu,” ucap Kabid Kesehatan Hewan, drh. Toto Sukarno, kepada Solopos.com, Selasa (9/4/2019).

Toto mengaku tidak tahu persis kapan peristiwa penembakan terhadap burung merpati itu terjadi. Dia menduga penembakan burung itu dilakukan beberapa hari sebelumnya. Ini karena dia sudah tidak melihat adanya bercak darah di sekitar lokasi.

Sedangkan luka robek di bagian tembolok burung itu mulai mengering. “Burung itu selanjutnya kami bawa ke klinik. Kami harus menjahit dua kali lukanya. Pertama menjahit bagian organ dalam yakni di bagian tembolok, kedua menjahit bagian kulit luarnya. Kami bersyukur burung itu tidak sampai mati karena tembakan. Sekarang burung itu masih dalam pengawasan kami,” terang Toto.

Toto menyesalkan adanya orang usil yang tega menembak burung merpati itu. Dia menegaskan burung merpati itu sengaja dibudidayakan supaya Taman Tirtasari lebih banyak pengunjung yang datang.

Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sragen sudah menyumbang sangkar burung merpati di lokasi. Masing-masing OPD diminta mengisi sangkar itu dengan 3-4 pasang burung merpati.

“Saya mengimbau masyarakat ikut melestarikan keberadaan burung merpati itu. Bukan malah menjadikannya sebagai objek sasaran tembak,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen Nugroho Eko Prabowo mengaku baru mendengar kabar adanya burung merpati di Taman Tirtasari yang menjadi sasaran tembak. Dia menyesalkan adanya aksi kurang terpuji dari oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

Lemahnya pengawasan khususnya pada malam hari membuat warga bisa berbuat nekat dengan menembaki burung itu dari luar taman. Namun, belum ada rencana dari pihak terkait untuk melengkapi taman itu dengan sistem pengamanan seperti fasilitas closed circuit television (CCTV).

“Taman Tirtasari baru dalam tahap perbaikan. Sementara ya kami imbau dulu [supaya masyarakat ikut menjaga kelestarian burung],” paparnya.