Kebakaran Boyolali: Nyalakan Tungku Untuk Hangatkan Ternak Malah Bakar Bangunan

Petugas kepolisian mengecek bangunan pawon milik Narto, warga Desa Keyen, Juwangi yang terbakar, Selasa (9/4/2019) malam. (Istimewa - Polsek Juwangi)
10 April 2019 16:35 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Bangunan tambahan di bagian belakang rumah Narto, 55, warga Dukuh Gombolrejo RT 023/RW 006 Desa Keyen, Kecamatan Juwangi, Boyolali, terbakar pada Selasa (9/4/2019) malam. 

Saat itu sekitar pukul 20.00 WIB Narto menyalakan tungku yang biasa dia gunakan untuk menghangatkan ternak. Bangunan tambahan berukuran 6 meter x 5 meter itu terpisah dari rumah induknya. 

Selain tempat memasak dan urusan dapur, bangunan itu juga menjadi kandang empat ekor sapi, serta gudang untuk menyimpan puluhan kilogram jagung kering hasil panen.

Api yang menyala cukup besar di tungku tanpa sengaja menyambar hasil panen di bagian atas. Akibatnya, api menyala semakin besar dan membakar sebagian bangunan semipermanen yang terbuat dari kayu tersebut. 

Bangunan yang terbakar meliputi sebagian tembok dan atap. Saat itu, Narto bersama istrinya, Paryem, sedang berada di rumah induk di sisi depan. Meski bangunan terbakar, empat ekor sapi milik Narto berhasil diselamatkan.

Kobaran api yang terlihat menarik perhatian warga yang kemudian bergotong royong memadamkan api. Api berhasil padam dalam waktu 1,5 jam. 

“Karena saat itu Narto tidak berada di bagian pawon jadi tidak ada korban jiwa,” ujar Kapolsek Juwangi, Iptu Sarwoko, kepada Solopos.com, Rabu (10/4/2019) pagi. 

Kejadian tersebut mengakibatkan kerugian material ditaksir hingga lebih dari Rp5 juta.