Begini Pengakuan Camat Purwantoro Wonogiri Soal Video Camat Kampanye

Camat Purwantoro Wonogiri, Joko Susilo. (Solopos/Rudi Hartono)
10 April 2019 17:30 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Camat Purwantoro, Wonogiri, Joko Susilo, mengaku khilaf telah menyampaikan hal yang seharusnya tak diucapkannya terkait pilihan politik, terlebih membawa nama Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.

Hal itu diungkapkan Joko Susilo menanggapi beredarnya rekaman video seseorang diduga dirinya mengarahkan audiens agar memilih calon presiden dan calon anggota legislatif tertentu.

Joko Susilo saat dihubungi solopos.com, Rabu (10/4/2019), menegaskan Bupati tidak pernah menitipkan pesan kepadanya agar perangkat desa satu gerbong dengan Bupati dalam Pemilu 2019, yakni memilih Capres Joko Widodo (Jokowi); calon Anggota DPR, Bambang Wuryanto/Bambang Pacul; dan calon Anggota DPD nomor 26.

Joko Susilo mengaku bersalah dan meminta maaf telah menyampaikan ihwal politik yang mestinya tidak dia ucapkan." Saat memberi sambutan pada acara Saresehan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Purwantoro di pendapa Kantor Kecamatan Purwantoro, Senin (8/4/2019), saya khilaf," ungkap dia.

Sebab, ungkap dia, saat itu dirinya tidak konsentrasi lantaran memiliki beberapa agenda, termasuk menghadap Bupati untuk berkoordinasi terkait rencana saresehan warga desa bersama Bupati, beberapa hari ke depan.

“Kalimat itu saya sampaikan atas inisiatif sendiri, dari lubuk hati saya yang dibarengi pikiran yang khilaf. Setelah mengetahui video itu saya juga tidak tahu mengapa [bisa menyampaikan kalimat itu] dan ada apa ini. Saya minta maaf, Bupati tidak pernah menitipkan pesan seperti itu kepada saya,” kata Camat.

Dia menceritakan ketika memberi sambutan berbicara selama lebih kurang 30 menit. Isi sambutannya seputar tugas dan tanggung jawab perangkat desa, anggaran pendapatan dan belanja (APB) desa, dan ajakan untuk menyukseskan Pemilu 2019.

Pada kesempatan itu dia juga menyosialisasikan nama-nama capres-cawapres yang sedang berkontestasi. Sosialisasi dilakukannya agar tingkat partisipasi pemilih di Purwantoro meningkat.

“Yang saya sesalkan yang direkam hanya bagian tertentu, padahal saya memberi sambutan hingga 30 menit. Saya menyadari selama bertugas di Purwantoro ada yang suka dan ada yang tidak suka. Mungkin lebih banyak yang tidak suka,” imbuh Camat.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, Ali Mahbub, menginformasikan akhirnya ada pihak yang melaporkan Camat Purwantoro, Joko Susilo, Rabu.

Setelah mempelajari dan menganalisis, Bawaslu menyatakan laporan memenuhi syarat material dan formal untuk ditindaklanjuti sebagai laporan dugaan pelanggaran pidana pemilu.

“Pelapor dan saksi sudah kami panggil untuk kami mintai klarifikasi, besok [Kamis, 11/4/2019]. Kalau panggilan untuk terlapor menunggu perkembangan. Bukan tidak mungkin besok pelapor menambah saksi,” kata Ali.

Seperti diketahui, di Wonogiri Senin (8/4/2019) malam lalu beredar video berisi seseorang yang diduga Camat Purwantoro dalam sebuah pertemuan di pendapa kantor mengisyaratkan agar peserta memilih capres Jokowi, caleg Bambang Wuryanto/Bambang Pacul, dan calon anggota DPD nomor 26.