Nekat, Sukarelawan Jokowi-Ma'ruf Rela Berjalan Kaki dari Solo ke Jakarta

Jimar saat mulai melakukan aksi jalan kakinya menuju ke Jakarta Rabu (10/4 - 2019). Jimar memulai perjalanan dari titik nol Balai Kota Solo seorang diri. (Solopos/Candra Mantovani)
11 April 2019 05:30 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Beragam cara dilakukan sukarelawan untuk menunjukkan dukungan kepada calon presiden (capres) dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres 2019). Salah satu yang terbilang unik dan nekat dilakukan seorang sukarelawan pendukung capres nomor 01 Joko Widodo (Jokowi). Sukarelawan bernama Jimar Sujiatmoko, 36, menunjukan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin dengan cara berjalan kaki dari titik nol Balai Kota Solo menuju Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Rabu (10/4/2019).

Tidak ada ramai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin lainnya yang ikut melepas perjalanan Jimar dengan berjalan kaki menuju Jakarta. Jimar hanya melakukan persiapan seorang diri di titik nol depan Balai Kota Solo.

Saat melakukan persiapan di titik nol, Jimar tampak membawa satu ransel berwarna hitam dan membawa satu bendera merah putih yang disematkan di tas ranselnya tersebut. Dia juga mengenakan kaus putih bertuliskan Jokowi Gaspol saat memulai aksi jalan kakinya.

“Saya hari ini [Rabu] akan mulai berjalan menuju GBK. Sebenarnya ini karena saya ingin memenuhi nazar saya pada saat Jokowi menjadi presiden pertama kali. Tapi belum bisa tercapai karena belum ada kesempatan untuk melakukannya. Tapi, hari ini saya lakukan karena juga pas momennya. Jadi saya akan mencoba berjalan kaki menuju Jakarta,” ujarnya sebelum memulai aksi jalan kakinya.

Jimar mengatakan aksi yang dia lakukan murni dari hati tanpa ada sponsor dan pengawalan saat melakukan aksi tersebut. Menurutnya, dia hanya ingin memenuhi nazarnya yang belum terealisasi sejak lama untuk berjalan kaki menuju Jakarta.

“Jadi sekalian memenuhi nazar yang belum terlaksanakan. Saya tidak ada sponsor sama sekali. Tidak ada uang saku sama sekali. Hanya nekat untuk datang ke Jakarta. Saya ingin ikut memutihkan GBK nanti saat di Jakarta. Target saya nanti Sabtu [13/4] sudah harus sampai ke Jakarta,” imbuh dia.

Nantinya, Jimar jalan kaki menggunakan rute pantura dan mampir di Semarang. Dia juga mengatakan ada beberapa tantangan yang akan dihadapi saat melakukan perjalanan seorang diri tersebut. Salah satunya adalah bekal yang terbatas.

“Karena tidak ada sponsor dan uang saku, jadi tantangan terbesar adalah di bekal. Karena yang terpenting adalah air minum, maka saya yang terpenting minum. Untuk makan, kalau ada rezeki ya makan, kalau tidak ada rezaki ya tidak makan. Yang penting jangan sampai dehidrasi tidak bisa minum,” ucapnya.

Jimar menargetkan untuk menyelesaikan perjalanan selama tiga hari saja. Oleh karena itu, dia mensiasati dengan hanya beristirahat seminimal mungkin agar target nazar yang dia lakukan bisa tercapai menuju GBK dalam waktu singkat tersebut.

“Harus tiga hari sampai ke Jakarta. Jangan sampai lebih. Makanya nanti saya akan istirahat sebentar saja di perjalanan. Bawa air minum yang cukup. Agar nanti bisa ikut memutihkan GBK. Semoga perjalanan saya lancar tidak ada halangan,” kata dia.