Kisah Unik Alat Kontrasepsi Jadi Nama Jalan di Sukoharjo

Jalan Kampung Keluarga Berencana (KB) Dukuh Kedung Batang, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, dinamai alat kontrasepsi. (Solopos - Indah Septiyaning W.)
11 April 2019 08:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Memasuki wilayah Kedung Batang Dukuh, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, pengunjung akan mendapati papa nama jalan yang tak biasa. Lazimnya nama jalan banyak menggunakan nama pahlawan, jenis buah, atau tanaman.

Namun nuansa berbeda ditunjukkan di wilayah yang menjadi percontohan kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat nasional itu. Ada Jl. IUD, Jl. MOW (Medis Operatif Wanita), Jl. Suntik, di papan nama jalan di Kedung Batang menghiasi wilayah tersebut. Bahkan pemberian nama Jl. Bahagia juga ada.

Pemberian nama jalan yang erat kaitannya dengan program KB itu sejak wilayah tersebut dicanangkan sebagai Kampung KB oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo pada pertengahan 2017 lalu.

Tiga RT di Kedung Batang menjadi sasaran Kampung KB, yakni RT 002/RW 005, RT 003/RW 005, dan RT 003/RW 006 dengan jumlah penduduk 485 jiwa di mana rata-rata per keluarga ada tiga jiwa. Perinciannya perantau 246 jiwa atau 50,72% dan domisili 239 atau 49, 28%.

nama jalan

Nama jalan di Kampung KB Desa Ngasinan, Bulu, Sukoharjo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Kepala Desa (Kades) Ngasinan, Ibnu Wiyatno, mengatakan pembentukan kampung KB di Dukuh Kedung Batang melalui beberapa tahapan, diawali dengan survei wilayah oleh petugas penyuluh lapangan KB (PLKB) ke berbagai wilayah RT, RW, dan dukuh.

Survei dilakukan guna mengetahui wilayah mana yang sesuai dengan persyaratan dan kriteria Kampung KB. "Dari hasil survei itu, wilayah Kedung Batang layak menjadi Kampung KB. Kondisi kampung paling kumuh di mana sebelah barat ada Sungai Buntung dan utara Sungai Bengawan Solo," katanya saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (10/4/2019).

Selain kumuh, kriteria lainnya juga memenuhi syarat seperti masih banyaknya keluarga prasejahtera serta jumlah laki-laki peserta KB masih sedikit. Atas kondisi ini, perangkat desa bersama tokoh masyarakat dan warga sepakat membentuk kampung KB diwilayah Kedung Batang.

Koordinasi dilakukan pemerintah desa dengan Pemkab Sukoharjo. "Segala persiapan dilakukan hingga akhirnya dicanangkan Kampung KB di Kedung Batang, termasuk memberikan nama jalan dengan nama-nama yang berhubungan dengan KB, seperti alat kontrasepsi," katanya.

Kampung KB merupakan salah satu bentuk atau model miniatur pelaksanaan total program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan mitra kerja instansi terkait.

Pembentukan Kampung KB sekaligus memudahkan pemerintah dalam mengintervensi pembangunan berwawasan kependudukan, dengan cara mengendalikan, menunda serta menjarakkan waktu kelahiran. Dalam programnya pun Kampung KB tidak hanya menggarap program KB, melainkan juga pembangunan di sektor lain, seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan ataupun perumahan.

"Saat ini kampung Kedung Batang tak lagi wilayah kumuh dan pinggiran. Tapi sudah jauh lebih baik, infrastruktur dibenahi sehingga tidak kumuh," katanya.