Hari Ini Jamal Wiwoho Dilantik Jadi Rektor UNS Solo

Tiga calon rektor UNS Solo, Sutarno (kiri), Jamal Wiwoho (tengah), dan Widodo Muktiyo, berjabat tangan setelah melakukan musyawarah di Ruang Rapat Senat UNS, Kamis (14/2 - 2019). (Istimewa)
12 April 2019 06:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho, per Jumat (12/4/2019) ini resmi menjadi Rektor UNS Solo periode 2019-2023. Jamal menggantikan rektor periode sebelumnya, Ravik Karsidi.

Jamal menjadi calon tunggal rektor UNS setelah dua calon lainnya bersepakat memilihnya karena Guru Besar Ilmu Hukum UNS tersebut mendapatkan suara terbanyak saat Sidang Senat UNS. Kala itu, Jamal mendapatkan 69 suara, Sutarno 40 suara, dan Widodo Muktiyo 12 suara.

Jamal Wiwoho mengaku tidak mempunyai persiapan khusus menjelang pelantikan, Jumat ini. “Saya tidak ada persiapan khusus. Hari ini saya sudah berada di Jakarta. Malam ini Istri beserta anak saya akan tiba di Jakarta,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Ia mengatakan setelah pelantikan akan diadakan prosesi serah terima jabatan. ”Senin [15/4/2019] akan diadakan serah terima jabatan di ruang sidang UNS,” ujarnya.

Lelaki kelahiran Magelang, 8 November 1962, tersebut saat ini masih aktif sebagai Irjen Kemenristekdikti yang bertugas menyelenggarakan pengawasan internal di lingkungan Kemenristekdikti.

Ia mengaku visi dan misinya lebih menekankan pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdasarkan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Jamal akan berusaha membuat UNS menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum [PTN BH] terbaik.

”Saya akan meningkatkan mutu pendidikan, transparansi keuangan, sarana dan prasarana, kesetaraan dan kesejahteraan bagi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa difabel,” ujarnya.

Jamal akan memilih orang-orang terbaik UNS untuk menduduki jabatan yang sesuai. ”Nantinya [semua] demi kemajuan UNS. [Akan dipilih] putra-putri yang tepat menduduki jabatan tersebut. Semua demi kebaikan dan kemajuan UNS,” ujarnya.

Kepala UPT Perpustakaan UNS, Muhammad Rohmadi, mengatakan banyak perguruan tinggi negeri lain yang dalam proses transisi kepemimpinan berakhir dengan kericuhan internal kampus. Ada pula yang prosesnya harus sampai ke ranah hukum karena dipenuhi nuansa kepentingan pragmatis.

"Saya bangga dengan proses transisi pemilihan rektor yang damai di UNS. Saya harap UNS terus berkembang dan cita-citanya untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum [PTNBH] segera tercapai. Dalam rangka UNS menuju world class university [WCU] 2030, rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang telah disusun. Saya harap oleh rektor yang baru rencana tersebut dapat disempurnakan dan terwujud,” kata dia.