Di Wonogiri, Satu Polisi Harus Jaga 6 TPS

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (kanan), memeriksa senjata api perlengkapan anggotanya di halaman Mapolres Wonogiri, Wonogiri, Kamis (11/4/2019). Pemeriksaan itu digelar guna memastikan kesiapan peralatan dalam pengamanan Pemilu 17 April nanti./Istimewa - Polres Wonogiri
12 April 2019 14:30 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Polres Wonogiri menerapkan skema dua personel menjaga 12 tempat pemungutan suara (TPS) dibantu 24 personel Linmas (2-12 TPS-12 Linmas) untuk pengamanan Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Skema itu dipilih lantaran Wonogiri masuk ke dalam kategori aman.

 Polres menerjunkan 450 personel atau masih kurang 202 personel untuk menjaga 3.913 TPS di Kabupaten Wonogiri. Kekurangan personel akan dikoordinasikan dengan Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, pada Kamis (11/4/2019), Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, memeriksa seluruh kesiapan peralatan yang akan digunakan dalam pengamanan pemilu. Pemeriksaan peralatan meliputi kendaraan bermotor dinas, alat material khusus (almatsus) hingga alat penanggulangan kamtibmas (alpalkam). Objek pemeriksaan meliputi 35 kendaraan roda empat, 65 kendaraan roda dua, 121 handy talky, dan 107 senjata api.

Kapolres menjelaskan skema 2-12 TPS-12 Linmas dipilih karena di Wonogiri tidak ada daerah yang membutuhkan pengamanan ekstra. “Wonogiri termasuk wilayah aman. Patut disyukuri karena memiliki masyarakat yang lembah manah. Hanya saja letak geografisnya berjauhan,” terang Kapolres saat ditemui beberapa waktu sebelumnya.

Ia memastikan Polres Wonogiri tetap menjaga netralitas dalam Pemilu. Polres juga memosisikan diri sebagai pendingin menyerupai fungsi radiator dalam mesin mobil. Ia meminta kepada calon legislatif, peserta pemilu, dan pendukung harus sama-sama siap kalah dan menang. “Kami terus bersinergi denga pemerintah daerah dan para caleg. Wonogiri suasananya tetap adem. Walaupun, mungkin di dunia maya tak sedingin dunia nyata,” beber dia.

Ia juga meminta KPU mulai memetakan permasalahan seputar Pemilu berkaca dari Pemilu sebelumnya. Dari permasalahan itu bisa menjadi bahan diskusi untuk menentukan potensi kejadian serta antisipasi yang tepat seseuai situasi di Wonogiri.

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, mengatakan seluruh jajaran KPU dan polisi siap melaksanakan dan mengamankan Pemilu. Ia berharap, hajatan nasional yang disokong seluruh elemen bangsa bisa berlangsung umum, bebas, dan rahasia. “Pada Pemilu mendatang kami menargetkan partisipasi pemilih mencapai 77,5 persen. Angka itu lebih ketimbang partisipasi pemilih pada Pilgub lalu sekitar 69 persen,” kata Toto

Terkait pemeriksaan kemarin,  Kapolres menjelaskan semua kendaraan bermotor, altmatsus, dan alpalkam dalam kondisi baik. Ia tidak menemukan adanya kerusakaan sehingga semua peralatan itu dalam keadaan siap digunakan. “Semua peralatan dalam kondisi normal dan siap untuk digunakan. Pemeriksanaan juga berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Uri.