Separuh Jumlah Hydrant Untuk Padamkan Kebakaran di Solo Rusak

ilustrasi pompa hidran. (Solopos/Dok)
13 April 2019 07:30 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo mengecek hydrant tanam dan pilar yang tersebar di Kota Bengawan, Jumat (12/4/2019). Sebanyak 48 hydrant dari total 103 hydrant diketahui dalam kondisi rusak.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Damkar Solo Joko Susilo mengatakan sudah memetakan hydrant yang rusak di Solo. Menurutnya, hydrant yang sudah tidak berfungsi paling banyak di wilayah Solo bagian tengah.

Menurutnya, hal tersebut lantaran jaringan pipa yang terlalu panjang di Solo bagian tengah. “Sudah ada pemetaan untuk melihat mana yang rusak. Yang di Solo bagian tengah ini kemungkinan karena jaringan pipa PDAM [Perumda Toya Wening] yang terlalu panjang. Jadi, tekanan air di hilir terlalu rendah untuk memfungsikan hydrant dengan baik,” ujarnya kepada wartawan Jumat.

Menurut Joko, di Solo total ada 103 hydrant yang terdiri dari 46 hydrant tanam dan 57 hydrant pilar. Dari 46 hydrant tanam ada 27 hydrant yang masih berfungsi dengan baik. Sedangkan dari 57 hydrant pilar hanya 21 yang berfungsi baik saat dibutuhkan.

Selain rusak, hydrant tanam juga sulit digunakan saat dibutuhkan. Petugas damkar harus membongkar balok beton terlebih dulu sebelum memfungsikan hydrant tersebut. Hal ini berakibat waktu yang terbuang dan menguras tenaga personel Damkar.

“Personel akan terkuras tenaganya sebelum melakukan penyelamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Solo Gatot Sutanto mengatakan giat pengecekan hydrant merupakan kegiatan rutin tahunan. Pengecekan tersebut dilakukan setiap perubahan musim dari hujan ke kemarau.

Selain itu, Gatot menjadwalkan pengecekan bersama dengan Perumda Toya Wening. Hal ini lantaran fungsi hydrant di ruang publik Solo merupakan wewenang Perumda Toya Wening.

“Pengecekan di tahun-tahun sebelumnya biasanya hanya kami sendiri. Tapi kali ini, kami akan berkoordinasi dengan Perumda Toya Wening mengenai hydrant yang rusak. Damkar hanya pengguna. Wewenang pasokan air ada di Perumda Toya Wening,” kata dia.