Bawaslu Boyolali Patroli Politik Uang Selama Masa Tenang

Ilustrasi money politics (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
13 April 2019 19:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Bawaslu Boyolali akan melakukan patroli politik uang serta penindakan pelanggaran selama masa tenang pemilu 2019, Senin-Selasa (15-16/4/2019).

Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono mengatakan, politik uang merupakan salah satu pelanggaran yang menjadi sorotan dalam pemilu, sehingga pengawasannya lebih diperketat.

"Kami akan melakukan patroli pengawasan, misalnya politik yang dan penertiban terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih terpasang selama masa tenang. Sehingga jika terjadi pelanggaran langsung dilakukan penindakan sesuai ketentuan," ujarnya saat ditemui di Kantor Bawaslu Boyolali, Jl Pandanaran, Jumat (12/4/2019).

Karenanya pihaknya meminta kepada peserta pemilu agar menaati aturan. Khusus terkait APK, pihaknya meminta kepada peserta pemilu untuk menurunkannya secara mandiri paling akhir Sabtu (13/4/2019) hari ini.

"Kami minta kepada tim peserta pemilu agar menurunkan APK dan atribut parpol masing- masing paling lambat Sabtu. Jika nanti memasuki masa tenang masih ada, akan tertibkan saat kami adakan patroli," ujarnya didampingi anggotanya Rubiyanto dan M Mahmudi.

Sementara itu, Bawaslu Boyolali juga menggelar Apel Pengawas Pemilu dan Deklarasi Ikrar Kesiapan Pengawasan, seperti daerah lainnya, Jumat (12/4/2019). Di Boyolali, apel digelar di Alun-Alun Kidul setempat.

Apel yang melibatkan sekitar 600 personel pengawas dari tingkat kabupaten hingga pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) ini mengusung tema "Bawaslu Sigap" (Bawaslu Siap Gerak Awasi Pemilu).

Taryono mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman antara Bawaslu dengan jajaran pengawas di bawahnya. "Juga meningkatkan motivasi dan soliditas pengawas pemilu di Boyolali," kata Taryono.

Sementara itu, M Mahmudi menambahkan, dalam apel tersebut pihaknya juga menekankan kepada para pengawas agar benar-benar menjalankan fungsi pengawasan selama pemilu. "Keseriusan itu diharapkan mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas sehingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas, jujur, adil, dan berintegritas " imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat dalam sambutan apel itu berpesan agar para penyelenggara pemilu dapat melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional, jujur dan berintegritas. "Pemerintah sangat mengapresiasi Kegiatan Apel Siaga Pengawas Pemilu 2019 ini," ujarnya.

Said juga mengajak semua masyarakat Boyolali yang sudah punya hak pilih berpartisipasi menggunakan hak suara mereka pada pemilu nanti.