Pembangunan Kembali Pasar Mebel Solo Terganjal Permintaan Pedagang, Apa Itu?

Kondisi Pasar Mebel di Nusukan, Banjarsari, Solo, seusai terbakar pada 2014 lalu. (Solopos - Dok)
14 April 2019 12:15 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pembangunan kembali Pasar Mebel, Nusukan, Banjarsari, Solo, yang terbakar pada 2014 silam masih terganjal beberapa permintaan pedagang. Para pedagang meminta proses finishing mebel tetap bisa dilakukan di lokasi sama dengan Pasar Mebel.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan masih terdapat beberapa kendala yang harus diselesaikan sebelum Pasar Mebel bisa dibangun kembali. Hal ini lantaran para pedagang tetap meminta proses finishing tetap dilakukan di dalam pasar.

“Pedagang minta agar dapat melakukan aktivitas finishing di dalam pasar tapi itu berbahaya untuk masa depannya,” ucap Subagiyo kepada wartawan, pekan lalu.

Menurut Subagiyo, proses finishing di dalam Pasar Mebel dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Menurutnya, proses finsihing mebel seharusnya tidak dilakukan di dalam pasar.

“Resikonya bisa terbakar terus kalau finishing-nya di lokasi yang sama,” imbuh dia.

Meskipun begitu, Subagiyo mengaku sudah memasukkan rencana pembangunan Pasar Mebel pada 2020 nanti. “Sudah. Sudah saya masukan ke dalam anggaran 2020 untuk pembangunan Pasar Mebel,” ucap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengajukan bantuan anggaran untuk pembangunan kembali Pasar Mebel yang terbakar pada 2014 lalu ke Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Pemkot Solo membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk pembangunan pasar tersebut.

Rudy mengatakan pasar yang berlokasi di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, itu bakal dibangun dua lantai. “Kami ajukan untuk 2020, belum tahu akan disetujui Pak Gubernur atau tidak, karena perbaikan pascakebakaran dulu itu enggak bisa dibilang bangunan baru karena tambal sulam. Kalau dibangun baru artinya dirobohkan semua bangunan yang lama,” kata dia.