IAIN Surakarta akan Jadi Universitas Islam Negeri

IAIN Surakarta. (Dok)
14 April 2019 16:34 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Dalam rangka menambah rumpun ilmu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta akan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

Hal itu diungkapkan Rektor IAIN Surakarta Mudhofir Abdullah saat ditemui Solopos.com, Jumat (12/4) di kantornya. Dengan bergantinya IAIN menjadi UIN, kampus akan dapat mewadahi program-program studi baru. IAIN Surakarta ingin memperbesar kapasitas kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

"Ini masih proses moratorium di Kementerian Agama. Kami masih membentuk panitia untuk proses mengganti status kampus, dari institut menjadi universitas. Diperkirakan tahun ini proses moratorium selesai. Kami dapat melakukan presentasi di Kemenristekdikti," kata Mudhofir.

Dia memperkirakan pergantian status kampus paling cepat pada 2021 dan paling lama 2022. Pada tahun ini, IAIN Surakarta telah memekarkan fakultas. Salah satunya Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan dipecah menjadi dua fakultas yakni Fakultas Ilmu Tarbiah serta Fakultas Adab dan Bahasa.

Menurut Mudhofir, Kampus UIN akan menambah beberapa fakultas baru yakni Fakultas Ilmu Lingkungan, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Sains Teknologi. Tujuannya ajaran agama Islam terintegrasi dan terinterkoneksikan ke tiap mata kuliah. "Proses integrasi dan interkoneksi agama Islam ke tiap mata kuliah contohnya seperti penerapan ilmu syariah dalam mata kuliah ekonomi dan penerapan agama Islam dalam Ilmu Psikologi. Kami ingin menyelipkan nilai-nilai moral Islam ke beberapa mata kuliah. Jadi, kami lebih condong ke value-bond, bukan value-free," lanjut Mudhofir.

IAIN juga akan menambah beberapa lokasi kampus. Saat ini, penambahan lokasi kampus masih dalam tahap proposal. Menurut Mudhofir, selain akan mendapat penambahan lokasi di sekitar Kartasura, IAIN juga akan mendapat lokasi baru di daerah Karanganyar. Bupati Karanganyar masih belum memutuskan lokasi mana yang nantinya menjadi lokasi kampus tambahan UIN.

"Yang terpenting kami ingin menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam ilmu pengetahuan murni demi pengabdian masyarakat dan lingkungan. Hasil dari perpaduan ilmu tersebut jangan sampai membahayakan bagi diri sendiri, masyarakat, maupun lingkungan. Kami terinspirasi dari kampus-kampus UIN di beberapa daerah, seperti UIN Yogyakarta, UIN Malang, UIN Surabaya, dan keduabelas UIN lain di Indonesia," jelas dia.