Terancam Longsor, 2 Keluarga di Pinggir Sungai Serang Wonosegoro Boyolali Direlokasi

ilustrasi longsor. (Solopos/Dok)
14 April 2019 20:15 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, akan merelokasi dua keluarga yang tinggal di tepi Sungai Serang, Dusun Brangkal RT 003/ RW 005, desa setempat.

Kedua keluarga tersebut yakni keluarga Sugiman, 65, dan Sakinem, 63. Aparat desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bandung sudah membahas rencana pemindahan rumah kedua keluarga itu pada Jumat (12/4/2019) malam.

Saat ini, wilayah Desa Bandung masih kerap diguyur hujan yang disertai angin dengan intensitas tinggi. Hujan turun saban malam dan membahayakan warga di kawasan anak Sungai Serang.

Dusun Brangkal yang berbatasan langsung dengan aliran sungai hanya disekat jurang/tebing tanah yang lebih tinggi. Tebing-tebing itu tak ada talutnya sehingga terus terkikis tiap hujan turun.

“Meski hanya pengikisan kecil namun itu membuat jarak rumah ke jurang dan sungai menjadi makin dekat,” ungkap Kepala Desa Bandung, Handoyo, kepada Solopos.com, Minggu (14/4/2019) siang.

Saat ini jarak rumah Sugiman dan Sukinem hanya berkisar 400 meter dari jurang. Akibatnya kedua warga ini merasa waswas jika hujan terus turun. Handoyo menambahkan sebenarnya di Dusun Brangkal masih ada belasan warga lain dengan kasus serupa.

Namun untuk saat ini rumah Sugiman dan Sukinem mendapat prioritas relokasi karena alasan ekonomi. Kedua warga tersebut tidak memiliki lahan alternatif untuk pindah rumah sehingga pemerintah desa memutuskan menyediakan tanah bagi mereka.

Kedua keluarga itu rencananya dipindah ke lahan milik desa di luar Dusun Brangkal. Sementara itu, bagi warga yang memiliki alternatif lokasi pindah, pemerintah desa mengimbau mereka segera meninggalkan Dusun Brangkal demi alasan keselamatan.

Sebagai informasi, Sugiman kini tinggal di Dusun Brangkal berdua bersama istrinya. Sementara Sukinem tinggal bersama anak dan menantunya. Kedua rumah milik Sugiman dan Sukinem merupakan rumah semipermanen dengan bahan kayu.

Ukurannya sekitar 7 meter x 9 meter. Saat akan dipindah, rumah tersebut akan dibongkar sehingga bahan-bahan sebelumnya dapat digunakan kembali. Pembongkaran rumah akan dilaksanakan secara swadaya oleh warga dibantu karang taruna setempat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, menyebutkan meski kawasan sepanjang DAS Sungai Serang merupakan daerah rawan bencana, penanganannya memerlukan kerja sama banyak pihak.

Selain BPBD Boyolali dan pemerintah desa, penanganan terhadap kawasan DAS juga memerlukan persetujuan balai besar wilayah sungai (BBWS). Dalam hal ini yang berwenang adalah BBWS Pemali-Juana yang berkantor di Kota Semarang.