165 Desa di Klaten Belum Miliki BUMDesa, Apa Masalahnya?

Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
14 April 2019 05:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 165 desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belum memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) hingga awal tahun 2019. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten mengharapkan masing-masing desa tersebut segera memiliki BUMDesa guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa).

Kepala Dispermasdes Klaten, Jaka Purwanto, mengatakan keberadaan BUMDesa memberikan kontribusi positif ke peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui BUMDesa, setiap desa dapat mengoptimalkan potensi desa, baik terkait pengembangan sumber daya alam (SDA) ataupun sumber daya manusia (SDM).

“Memang masih banyak yang belum. Kami mendorong agar desa yang belum memiliki BUMDesa ini segera membentuk. Kami juga siap diajak berdiskusi untuk menggali potensi desa yang ada. Secara umum, potensi utama di setiap desa di Klaten itu tak jauh-jauh dari bidang pertanian dan wisata. Potensi itu harus dimaksimalkan agar PADesa meningkat dan kesejahteraan warga juga demikian,” katanya, kepada solopos.com, Kamis (11/4/2019).

Jaka Purwanto menyebutkan beberapa desa di Klaten sudah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui BUMDesa. Hal itu seperti di Ponggok (Polanharjo), Sidowayah (Polanharjo), Susuhan (Ngawen), Gunung Gajah (Bayat), Kemudo (Prambanan), Jimbung (Kalikotes), Jomboran (Klaten Tengah), Ngering (Jogonalan), dan lain sebagainya.

“Kebetulan saat ini, di beberapa desa akan dipimpin calon kepala desa (cakades) terpilih hasil pemilihan kepala desa serentak, Rabu (13/3/2019). Kami berharap, BUMDesa yang sudah berdiri terus dikembangkan. Sedangkan desa yang belum membentuk BUMDesa segera membentuk. Kami juga berharap masing-masing BUMDesa yang ada di Klaten dapat saling berkolaborasi,” katanya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengakui belum seluruh desa di Klaten memiliki BUMDesa. Jumlah desa yang memiliki BUMDesa di Klaten mencapai 226 desa. Di sisi lain, jumlah desa di Klaten mencapai 391 desa.

“Saya menekankan ke setiap kepala desa (kades) yang desanya belum memiliki BUMDesa segera membentuk. Ini menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat desa. Ini juga dalam rangka menuju Klaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.