Bawaslu Solo Tertibkan APK di Seluruh Kecamatan

Petugas Satpol PP baliho membongkar alat peraga kampanye (APK) capres-cawapres yang terpasang di perempatan Sumber, Jl. Letjen Suprapto, Solo, Minggu (14/4 - 2019). Berbagai alat peraga kampanye diturunkan dan dibersihkan pada masa tenang menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019.(Solopos/Burhan Aris Nugraha)
15 April 2019 03:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLOBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menertibkan seluruh alat peraga kampanye yang masih terpasang di seluruh kecamatan di Kota Solo. Hal itu sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur tentang larangan melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun dan seluruh alat peraga kampanye harus segera dilepas.

Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga, Bawaslu Solo, Muhamad Muttaqin, saat ditemui Solopos.com saat melakukan penertiban alat peraga kampanye di Kecamatan Banjarsari, Minggu (14/4/2019) pagi mengatakan masa tenang yang dimulai pada Minggu hingga Selasa (16/4/2019) harus terbebas dari alat peraga kampanye dan kegiatan kampanye.

“Kami berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, Polri, dan Panitia Pengawas Kecamatan [Panwascam] masing-masing untuk membantu penertiban alat peraga kampanye yang dibagi dalam lima kelompok dan menyebar ke seluruh kecamatan. Termasuk juga tim yang menggunakan alat berat untuk melepas alat peraga kampanye berbayar,” ujarnya.

Menurutnya, pada masa tenang hari pertama hasil pemetaan Panwascam masih ada ratusan bahkan seribuan alat peraga kampanye yang terpasang. Sementara itu, alat peraga kampanye yang terpasang di dalam permukiman akan ditertibkan oleh Panitia Pengawas Kelurahan (Panwaskel) dan Linmas untuk melepas alat peraga kampanye. Muttaqin menambahkan secara regulasi bendera partai yang terpasang di kantor-kantor partai diperbolehkan dipasang namun alat peraga kampanye diwajibkan untuk dilepas.

“Seluruh bentuk alat peraga kampanye harus turun apapa pun bentuknya. Seharusnya, peserta Pemilu yang memasang alat peraga kampanye lah yang melepas sendiri. Namun, pemetaan Panwascam dan Panwaskel masih banyak yang terpasang, sehingga kami ambil tindakan. Hal itu untuk mewujudkan Kota Solo yang kondusif,” imbuhnya.

Menurutnya, alat peraga kampanye yang ditertibkan petugas akan dikumpulkan di Kantor Satpol PP. Alat peraga kampanye itu diperbolehkan untuk diambil kembali dengan catatan tidak boleh dipasang lagi karena melanggar regulasi kampanye di luar jadwal atau kampanye di hari tenang.

Berdasarkan pantauan Solopos.com selama penertiban alat peraga kampanye, salah satu yang menjadi perhatian petugas yakni alat peraga kampanye berbayar dalam bentuk baliho. Petugas melepas alat peraga kampanye milik calon legislatif dan calon presiden yang ada di Simpang Ngemplak, Kecamatan Banjarsari.

Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Solo, Arif Nuryanto, mengatakan PKPU RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan ketiga atas PKPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019 pada masa tenang dan pada hari pemungutan suara tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun.

“Apabila tidak ditertibkan maka dikategorikan sebagai pelanggaran pidana Pemilu berdasarkan UU Pemilu Pasal 492 yakni setiap orang yang sengaja melakukan kampanye pemilu di luar jadwal oleh KPU setiap peserta Pemilu yang dimaksud dalam Pasal 276 ayat 2 dipidana dengan kurungan paling lama satu tahun dan dengan paling banyak Rp12juta,” ujarnya.

Ia berharap masa tenang dapat berjalan sesuai dengan semestinya, sehingga pemilih dapat menenangkan diri untuk memberikan hak suaranya pada hari pemungutan suara berlangsung.