Masa Tenang Pemilu, Relasi KPU Boyolali Ajak Warganet Tolak Hoaks

Ilustrasi Hoax (Solopos - Whisnupaksa)
15 April 2019 04:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pegiat media sosial di Boyolali sepakat mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 bebas hoaks atau berita bohong.

Kesepakatan ini dicapai dalam acara Srawung Netizen #BoyolaliAntiHoax, Sabtu (13/4/2019) di De'Mbakoe Resto, Banyudono, Boyolali.

Mereka menilai, penyebaran hoaks sangat masif menjelang pemilu yang akan diselenggarakan Rabu (17/4/2019) pekan depan. “Sehingga para warganet perlu membulatkan suara untuk bersama-sama mengisi konten yang positif di media sosial,” ujar Koordinator Relawan Demokrai (Relasi) Basis Netizen Miftahul Arif, seperti disampaikan Relasi Bidang Publikasi, Maya Nirmalasari kepada Solopos.com, seusai acara.

Sementara itu, acara tersebut diikuti 20 pegiat media sosial yang memiliki banyak follower. Event ini diselenggarakan oleh Relasi Basis Netizen KPU Boyolali. Relasi dibentuk untuk membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang Pemilu 2019.

Miftahul Arif menambahkan antusiasme netizen sangat tinggi dalam mengikuti acara Srawung Netizen #BoyolaliAntiHoax ini dengan semangat mengajak warga masyarakat agar mengikuti pemilu dengan aman dan lancar, bebas dari berita bohong.

Salah satu peserta acara, Gery pemilik akun Instagram @Boyolalikita, mengatakan sangat penting bagi para warganet untuk kroscek terlebih dahulu setiap berita sebelum menyebarkannya.

“Dengan adanya Srawung Netizen ini, kita bisa memperoleh informasi yang valid terkait pelaksanaan Pemilu 2019 khususnya berita terkini yang terjadi Boyolali,” ujarnya.

Di sisi lain, acara Srawung Netizen #BoyolaliAntiHoax ini merupakan sosialisasi program KPU di media sosial Instagram yaitu tentang Lomba Selfie di tempat pemungutan suara (TPS).