Ratusan Kotak Logistik Pemilu 2019 di Boyolali Segelnya Rusak

Ketua PPK Boyolali Kota Agus Riyanto (kiri) dan Ketua Panwascam Boyolali Kota Andi Sarjono (kanan) berbincang di dekat kotak logistik pemilu 2019 yang segelnya rusak di Kantor Kecamatan Boyolali, Senin (15/4/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
15 April 2019 20:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Ratusan kotak suara berisi logistik Pemilu 2019 di Boyolali rusak pada bagian segelnya. Kerusakan tersebut diduga terjadi saat proses distribusi dari KPU menuju PPK.

Pantauan Solopos.com di Panwascam Boyolali Kota, Senin (15/4/2019), segel-segel berupa stiker yang menempel di lubang untuk memasukkan surat suara sudah robek. Di antaranya ada segel itu terpotong total dan sebagian lainnya ada yang sobek sebagian.

Ketua Panwascam Boyolali Kota, Andi Sarjono, mengatakan saat kotak logistik tersebut diterima segel tersebut sudah dalam keadaan rusak. “Kami terima kotak ini dari KPU, Minggu [14/4/2019] dini hari. Saat kami periksa bersama PPK, segelnya ada yang sudah rusak. Setelah kami cermati lagi pada Senin [15/4/2019], ternyata ada lebih banyak yang rusak, jumlahnya ratusan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Panwascam kompleks Kantor Kecamatan Boyolali Kota, Senin.

Andi langsung berkoordinasi dengan PPK untuk mencari solusinya. “PPK kan juga ada di situ sehingga kami langsung berkoordinasi untuk mencari solusinya,” imbuhnya.

Ketua PPK Boyolali Kota, Agus Riyanto mengatakan kerusakan segel kotak suara diperkirakan terjadi saat proses pengiriman. Menurut Agus, sebelum kotak didistribusikan ke PPK sudah melalui pemeriksaan dan kondisinya baik.

Namun mungkin pekerja angkut kurang hati-hati sehingga segel rusak. Di samping itu, segel ini juga sangat rentan sobek sehingga gerakan yang tidak seimbang di kedua sisi kotak bisa membuat segel rusak.

"Tapi kami sudah mintakan ke KPU untuk penggantian segel dan sebagian segel rusak sudah kami timpa dengan yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, kerusakan segel ini juga terjadi di Kecamatan Teras. Ketua Panwascam setempat, Eko Bambang Setiawan, mengatakan dari 725 kotak yang ia terima, dia memperkirakan 70 persen di antaranya rusak.

“Di tempat kami juga banyak sekali yang rusak, mungkin 70 persen dari 725 kotak yang ada,” ujarnya.

Dia memperkirakan kerusakan terjadi akibat dorongan plastik pembungkus kotak yang terikat. “Plastik pembungkus kan terikat sehingga di atas akan menonjol di atas kotak. Ketika kotak ditumpuk, maka benjolan plastik akan tertekan dan merusak segel di bawahnya. Yang sudah rusak segelnya, ikatan plastik kami lepas dan kami ganti dengan lakban agar tidak membuat bejolan lagi,” imbuh dia.

Sementara itu, anggota Bawaslu Boyolali Widodo Partono mengakui sudah mendapat laporan memgenai kerusakan segel kotak suara ini. “Kami dapat laporan dari Panwascam-Panwascam memang banyak yang rusak, di Teras, Boyolali, dan mungkin di hampir semua PPK juga mengalami hal yang sama. Solusinya ya harus diganti [segel rusak ditimpa segel baru],” ujarnya saat ditemui di kawasan simpang siaga Boyolali.

Sementara itu, Ketua KPU Boyolali Ali Fahrudin mengatakan kerusakan segel terjadi saat pengiriman. “Mungkin cara membawa kotak tidak benar sehingga merusak segelnya. Tapi kami sudah meminta kepada PPK untuk menggunakan cadangan yang kami miliki. Seandaninya masih kurang akan kami adakan lagi,” ujarnya di kantornya.