Pedagang Roti Keliling Asal Boyolali Meninggal Tersambar KA di Sragen

Tim PSC 119 dan PMI Sragen mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kecelakaan KA ke kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (16/4/2019). (Istimewa - Dedy)
16 April 2019 19:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pedagang roti keliling asal Dukuh/Desa Gagaksipat RT 001/RW 004, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Purnomo, 46, meninggal dunia lantaran tersambar Kereta Api (KA) Pasundan saat melintas di perlintasan tanpa pintu palang Gerdu, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, Selasa (16/4/2019) pukul 16.10 WIB.

Kecelakaan KA tersebut merupakan kasus kecelakaan kali kedua di sepanjang perlintasan KA wilayah Kecamatan Sidoharjo, Selasa. Sebelumnya kecelakaan KA juga terjadi di perlintasan KA Bedowo, Jetak, Sidoharjo. Mobil Toyota Avanza tersenggol KA Logawa yang mengakibatkan dua orang luka-luka.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari lokasi kejadian pada Selasa petang, Purnomo mengendarai motor Yamaha Jupiter berpelat nomor AD 4310 EZ dengan membawa tempat roti terbuat dari kayu bercat biru muda di bagian belakang.

Ia melajukan motornya dari arah selatan ke utara, yakni dari wilayah Dukuh Kaponan ke arah Duyungan dengan melintas di perlintasan Gerdu Duyungan. Ia sempat berhenti menunggu KA Logawa dari arah timur (Sragen) melintas.

Setelah KA Logawa melintas pada pukul 16.07 WIB, Purnomo langsung melewati perlintasan KA jalur ganda itu. Ia tidak melihat dari arah barat (Solo) ada KA Pasundan yang melaju kencang.

“Jadi korban ini tidak melihat KA Pasundan yang lewat dari barat yang hanya selisih satu menit dengan KA Logawa. Akhirnya, korban langsung dihantam KA Pasundan,” ujar Sugino, penjaga pintu palang KA Nguwer, Duyungan, Sidoharjo, Sragen, saat ditemui Solopos.com di pos penjagaan KA, Selasa petang.

Jarak pos penjaga pintu palang KA Nguwer itu hanya 100 meter dari perlintasan KA tanpa pintu palang Gerdu. Sugino mengatakan lokasi kejadian itu terletak setelah jalur tikungan KA. Lokasi tersebut terlihat dari pos penjagaannya.

“Saat itu memang terjadi persilangan KA yang lewat, yakni KA Logawa dari timur dan KA Pasundan dari barat,” katanya.

Purnomo mengalami luka terbuka dan tertutup tetapi tubuhnya masih utuh. Motornya remuk tak berbentuk sementara tempat roti miliknya terpisah dengan motornya. Purnomo dievakuasi Tim PSC 119 dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Penjaga kamar mayat RSUD Sragen, Dedy, mengatakan sempat beredar isu di media sosial yang menyebut kepalanya putus dan belum ketemu. Setelah jenazah tiba di kamar jenazah RSUD, Dedy memastikan kondisi jenazah masih utuh termasuk kepalanya.

“Saya langsung posting gambar jenazah yang utuh itu untuk agar isu itu tidak liar. Luka yang paling fatal disebabkan bagian bawah leher sampai bahu robek dan organ dalam keluar, kepala pecah, dan tangan kiri patah terbuka, tulang pingul juga patah terbuka. Kami sudah menghubungi pihak keluarga di Boyolali. Jenazah diambil pada Selasa malam ini,” katanya.