Bantuan untuk Pengrajin Tumang Boyolali Dipusatkan di Mliwis

Pengrajin tembaga Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali, mencoba peralatan bantuan Kementerian Perdagangan yang ditempatkan di Desa Mliwis, Kamis (11/4/2019). (Istimewa - Dokumentasi Pemkab Boyolali)
16 April 2019 06:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan bantuan mesin dan peralatan produksi bagi pengrajin tembaga dan kuningan di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Kendati ditujukan bagi pengrajin tembaga di Tumang, namun bantuan berupa tempat pelatihan itu justru didirikan di Desa Mliwis, yang jaraknya 4,2 kilometer hingga 5 kilometer.

Tempat itu dilengkapi peralatan mesin potong-tekuk-gulung, mesin ukir, mesin bubut, oven, dan sebagainya. Untuk bisa memanfaatkan bantuan alat itu, pengrajin Tumang harus membawa bahan tembaga yang akan dikerjakan ke Mliwis, kemudian dibawa kembali lagi ke Tumang untuk proses selanjutnya.

Agar pengrajin dapat mengoperasikan peralatan tersebut, mereka mengikuti pelatihan yang diadakan, Kamis (11/4/2019). Pengelola pelatihan, Irvan Rofik, mengatakan ketika pengrajin sudah dapat mengoperasikan peralatan ini, maka pekerjaan mereka akan lebih mudah dan lebih cepat.

"Selama ini produksi masih menggunakan alat manual. Jadi dengan adanya bantuan peralatan dari Kementerian Perdagangan, kami berharap bisa membantu proses produksi kerajinan yang ada di Dusun Tumang,” ujarnya.

Selain itu, diharapkan juga dengan alat ini produk yang dihasilkan lebih berkualitas sehingga mempunya nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Seorang pengrajin Tumang, Agus Susilo, mengatakan dengan peralatan tersebut, bukan berarti seluruh proses produksi diselesaikan dengan mesin. Menurutnya, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan menggunakan tangan manusia.

“Tentunya alat ini akan bermanfaat untuk mempercepat pekerjaan seperti cutting [pemotongan], penekukan, atau penggulungan. Sedangkan sentuhan akhir seperti coating [pelapisan] tetap menggunakan tangan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (14/4/2019).

Untuk menggunakan alat ini, pengrajin Tumang juga akan dipungut biaya, namun tarifnya lebih rendah dibandingkan biaya jasa serupa di tempat lain. “Intinya ya membantu pengrajin, tetapi juga ada biaya untuk perawatan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Dusun Tumang Desa Cepogo dikenal sebagai pusat pengrajin tembaga dan kuningan di Boyolali. Pada awalnya, para pengrajin setempat lebih banyak memproduksi perkakas dapur.

Tetapi kemudian para pengrajin mulai mengembangan produk menjadi barang kebutuhan lainnya.