100 Kotak Logistik di Banyudono Boyolali Rusak Akibat Kehujanan

Anggota Bawaslu Boyolali memeriksa kotak logistik yang rusak akibat kehujanan di Balai Desa Trayu, Banyudono, Boyolali, Senin (15/4/2019) malam. (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
16 April 2019 12:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sebanyak 100 kotak suara logistik di Kecamatan Banyudono, Boyolali, rusak akibat kehujanan saat distribusi dari PPK ke PPS, Senin (15/4/2019).

Sebagian dokumen di dalam kotak logistik rusak, namun diperkirakan surat suara dalam kondisi aman karena terbungkus plastik tersendiri. Kotak logistik yang kebasahan tersebut terdiri atas 27 dari 35 kotak untuk TPS di Desa Tanjungsari, 40 dari 55 kotak untuk TPS di Desa Denggungan, dan 33 dari 40 kotak untuk TPS di Desa Trayu.

Hujan lebat mengguyur sebagian wilayah Boyolali, termasuk jalur yang dilalui distribusi di Banyudono tersebut pada Senin. Sejumlah pohon di wilayah Banyudono juga tumbang dan aliran listruk terputus.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com di PPS Desa Trayu dan Desa Denggungan, bagian kotak yang kebasahan ada di bagian bawah sehingga diperkirakan merembes ke dokumen di dalamnya. Bahkan di Trayu, ada satu kotak yang bagian bawahnya jebol hingga dokumen di dalamnya keluar.

Ketua PPS Trayu Endang Nani Susilowati mengatakan menerima distribusi kotak suara dari PPK Banyudono tersebut menjelang magrib. “Kotak-kotak logistik ini sampai di sini sebelum magrib dan kondisinya sudah seperti itu, sudah basah di bagian bawahnya dan ada yang jebol saat diangkat,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Trayu, tadi malam.

Dia menolak kiriman logistik yang rusak itu dan meminta KPU melalui PPK untuk mengganti. “Kami tidak mau ambil risiko. Kami tolak semua yang rusak dan kami minta gantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, KPU dan Bawaslu langsung turun memeriksa kondisi kotak-kotak tersebut. Anggota Bawaslu Boyolali Rubiyanto mengatakan akan menelusuri kejadian tersebut.

“Kami akan melakukan investigasi, apakah pengepakannya sudah sesuai. Kedua, apakah petugas pengirim sudah melakukan SOP [standard operating procedure] saat pengiriman, dan kami juga akan mencari tahu seperti apa kendaraan yang digunakan,” ujarnya.

Anggota KPU Boyolali Maya Yudayanti mengatakan, truk pengangkut sudah sesuai SOP, yakni menggunakan penutup terpal. “Truknya sudah pakai penutup. Tapi karena hujannya lebat sekali sehingga mungkin ada yang menyingkap dan membuat air hujan masuk ke sela-sela ikatan plastik pembungkus kotak,” ujarnya di Balai Desa Denggungan.

Selain itu, tambahnya, saat pemberangkatan logistik dari PPK Banyudono belum turun hujan. “Pas berangkat belum hujan. Nah di tengah jalan itulah tiba-tiba hujan turun sangat lebat,” imbuhnya.

KPU akan menginventarisasi logistik yang rusak dengan membuka kotak-kotak tersebut. Proses ini akan melibatkan Bawaslu, polisi, dan perwakilan kontestan pemilu. Selanjutnya akan dilakukan penggantian.

“Ini dari KPU Provinsi Jawa Tengah juga sedang dalam perjalanan ke sini untuk mengecek."