Bupati Sragen ke TPS Pakai Baju Putih, Nyoblos Siapa?

Bupati Yuni bersama suaminya Akbar Zulkifli Oesman mengacungkan jari kelingking yang sudah dicelupkan ke tinta seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 21 Kroyo, Karangmalang, Sragen, Rabu (17/4/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
17 April 2019 15:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama suami dan ketiga anaknya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 21 Kroyo, Karangmalang, Sragen, untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Dari ketiga anaknya, hanya dua orang anaknya yang sudah memiliki hak pilih. Sementara Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno pun mengajak istri dan ketiga anaknya untuk menggunakan hak pilihnya di TPS 24 Mojomulyo, Sragen Kulon, Sragen.

Yuni, sapaan Bupati, datang menggunakan mobil Toyota Fortuner AD 1 BU pada pukul 09.55 WIB. Ia bersama suami dan kedua anak laki-laki mengenakan baju putih, sementara anak bungsunya yang belum memiliki hak memilih tak mengenakan baju putih.

Yuni datang disambut para warga di lingkungan Taman Asri RT 035/RW 014, Kroyo, Karangmalang. Para warga menjabat tangan Bupati dan seraya untuk berfoto bersama warga setempat.

Setelah menyerahkan formulir C6, Yuni dan keluarganya duduk di kursi tunggu deretan paling depan. Mereka sempat makan soto bersama sambil antre.

Setelah 20 menit kemudian, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 21 Kroyo, Anjar Waluyo, memanggil nomor urut sesuai dengan nomor di undangan yang dipegang Yuni dan keluarganya satu per satu.

Suami Yuni, Akbar Zulkifli Oesman, mendapat giliran pertama. Yuni dan kedua anaknya menyusul. Yuni membutuhkan waktu tiga menit untuk menggunakan hak pilihnya. Waktu itu lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan anaknya.

Setelah mencelupkan tangan ke tinta, Yuni pun mendapat makanan ringan atau snack dari pengurus RT setempat. “Pilihan kami sudah mantap dan sudah saya coblos di TPS. Semua satu pilihan yang sama. Saya berharap pilihan kami yang akan ditetapkan sebagai pemimpin bangsa yang baik dan amanah. Bagi yang belum mengemban amanah diharapkan bisa menerima hasil keputusan dengan legawa dan ikhlas. Ya, tadi saya butuh tiga menit lebih karena sulit melipat surat suara agar kembali ke lipatan semula,” ujar Yuni saat ditemui wartawan, Rabu siang.

Yuni tak begitu familier dengan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) karena sosialisasi mereka tidak masif tetapi Yuni tetap memilih berdasarkan pilihan foto yang terlihat. Yuni berharap warga Sragen cerdas dan dewasa dalam menggunakan hak pilih mereka.

Sementara Wabup Dedy Endriyatno hadir bersama istri dan ketiga anaknya yang masih kecil ke TPS 24 Sragen Kulon dengan berjalan kaki pada pukul 08.35 WIB. Dedy dan keluarganya mengenakan baju batik.

Di TPS 24 tak ada hidangan makanan apa pun tetapi hanya KPPS-nya mengenakan baju khas Sragen, yakni lurik. Para warga Mojomulyo pun tak ada yang berswafoto bersama Dedy. Ia sempat duduk mengantre dan membaur bersama warga lainnya.

Setelah 10 menit mengantre, Dedy dan istrinya mendapat giliran mencoblos. “Kalau saya membutuhkan waktu 3-4 menit. Kalau nyoblos-nya tidak susah. Yang lama itu melipat kertasnya. Nah, bagi yang sudah tua-tua lebih lama lagi. Proses Pemilu 2019 ini hampir sama dengan sebelumnya hanya jumlah surat suaranya yang berbeda,” ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu pagi.

Dedy sempat memantau persiapan pemungutan suara sejak Selasa (16/4) hingga Rabu dinihari, tepatnya pukul 02.00 WIB. Dari hasil pantauan dan laporan pimpinan kecamatan yang terjun ke lapangan, situasi Sragen kondusif.

Dia menyatakan 3.360 TPS di Sragen aman dan siap semua untuk pemungutan suara. “Meskipun sempat terjadi hujan deras dan angina kencang di wilayah Tanon, tetapi tidak sampai mengganggu persiapan TPS,” katanya.