Belum Sempat Nyoblos, Pemilih Meninggal di Bilik Suara TPS 01 Daleman Klaten

TPS 01 Desa Daleman, Dukuh/Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, saat pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
17 April 2019 20:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Wiro Sumarto, 77, warga Dukuh Ngaliyan, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, meninggal dunia saat mencoblos untuk Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Wiro tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri saat berada di bilik suara. Wiro menjadi salah satu pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) 01 Desa Daleman. Ia memberikan hak suaranya di bilik empat sekitar pukul 09.15 WIB.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 01 Daleman, Dedy Setyawan, menjelaskan saat kejadian cukup banyak pemilih yang mengantre mencoblos termasuk Wiro. “Saat itu Pak Wiro masih bercanda dengan pemiilih lainnya yang mengantre,” kata Dedy saat ditemui wartawan di TPS 01.

Dedy menjelaskan setelah namanya dipanggil dan menerima lima surat suara, Wiro lantas menuju bilik empat TPS 01. Saat kali pertama membuka salah satu surat suara, Wiro tiba-tiba pingsan dan terjatuh.

Para petugas KPPS dan warga di TPS lantas berdatangan menyelamatkan Wiro dan membopong Wiro ke rumah warga di dekat TPS. Dokter di salah satu klinik di desa setempat lantas mendatangi lokasi guna mengecek kondisi Wiro. Setelah diperiksa, Wiro dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Saat terjatuh itu masih ada tanda-tanda kehidupan. Setelah itu dibawa ke rumah samping dan setelah dicek oleh dokter ternyata sudah tidak ada tanda kehidupan,” ungkapnya.

Jenazah Wiro lantas dibawa ke rumah duka yang berlokasi tak jauh dari TPS. Proses pemungutan suara yang sempat terhenti sekitar 10 menit kembali berlangsung.

Dedy menjelaskan belum ada surat suara yang sempat dicoblos Wiro lantaran saat terjatuh, Wiro baru membuka surat suara pertama. Meski belum ada surat suara tercoblos, seluruh surat suara yang sudah dibawa Wiro ke bilik suara tetap dimasukkan ke kotak suara.

“Berdasarkan hasil konsultasi dengan PPS dan disaksikan pengawas dan saksi, seluruh surat suara dimasukkan ke TPS,” urai dia.

Dedy tak mengetahui penyebab pasti hingga Wiro pingsan dan meninggal dunia saat akan mencoblos. Ia menjelaskan berdasarkan keterangan keluarganya, Wiro dalam kondisi sehat saat mencoblos dan tidak memiliki riwayat sakit kronis seperti jantung.

Kapolsek Tulung, AKP Suyarta, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, juga menjelaskan dari hasil konfirmasi ke keluarga Wiro, kakek tersebut tidak memiliki riwayat sakit kronis. Hanya, ia sebelumnya mengalami sakit asam lambung.

“Untuk penyebab pastinya belum diketahui. Setelah dinyatakan meninggal dunia, korban langsung dibawa ke rumah duka dan sore ini dimakamkan,” jelas dia.