Surat Suara Habis, Belasan Pasien RS Brayat Minulya Solo Tak Bisa Mencoblos Pemilu 2019

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
18 April 2019 16:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Belasan pasien RS Brayat Minulya Solo tak bisa mencoblos pada pemungutan suara Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019), karena persediaan surat suara di TPS terdekat dengan rumah sakit tersebut sudah habis.

Dari total 23 pasien yang berhak memilih, hanya lima pasien yang bisa menyalurkan hak suara. Informasi tersebut disampaikan Kabag Humas dan Marketing RS Brayat Minulya, Brigitta Adventa Fajarrini, Kamis (18/4/2019) siang.

Menurut dia, lima pasien yang bisa menyalurkan suara terdiri empat pasien mencoblos langsung di TPS asal, dan satu pasien mencoblos di RS. “Pukul 13.00 WIB petugas KPPS datang, tapi hanya satu pasien yang dilayani,” ujar dia.

KPPS hanya melayani satu pasien yang terdaftar di DPT TPS belakang RS Brayat Minulya. Saat ditanya Brigitta ihwal nasib belasan pasien lainnya, petugas KPPS beralasan sudah tidak memiliki persediaan surat suara.

Sedangkan empat pasien lain bisa mencoblos di TPS asal mereka lantaran difasilitasi oleh manajemen RS Brayat Minulya. Empat pasien itu diantar menggunakan dua mobil ambulans untuk mencoblos pukul 12.30 WIB.

“Saya sempat ramai sama KPU. Saya hubungi PPS, PPK, dan KPU, katanya pasien kami akan didatangi kalau surat suara tersisa. Karena tak ada kepastian akhirnya pukul 12.30 WIB kami kirim empat pasien ke TPS mereka,” tutur dia.

Gita, panggilan akrabnya, mengatakan RS mengerahkan dua ambulans untuk mengantar empat pasien ke TPS masing-masing. TPS empat pasien tersebut berada di Banyuagung, Ngadisono, Cengklik, dan Gondang.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan, menurut Gita, empat pasien tersebut didampingi perawat. Dia mengaku kecewa dengan gagalnya belasan pasien menyalurkan hak suara mereka dalam Pemilu tahun ini.

Kekecewaan serupa juga dirasakan para pasien. Mereka telanjur berharap akan didatangi petugas TPS pada hari H pencoblosan sehingga bisa menggunakan hak suara. “Pasien-pasien kami sudah menunggu,” sesal dia.

Terpisah, Komisioner KPU Solo, Kajad Pamuji, mengatakan TPS keliling di RS dan puskesmas rawat inap dilakukan KPPS di TPS terdekat dengan RS/puskesmas. TPS keliling dilakukan saat masih tersedia surat suara.

Pada hari H pencoblosan, menurut Kajad, petugas KPPS sudah menyisir sebagian besar RS dan puskesmas rawat inap tersebut. Tapi jumlah pasien yang dilayani untuk mencoblos menyesuaikan jumlah surat suara.

“Seperti di RSUD dr. Moewardi itu kan dilakukan penyisiran walau tidak bisa mencakup seluruh pasien. Penyisiran juga dilakukan di RS dr Oen. Jadi hampir semua RS dilayani. Tapi sekali lagi menyesuaikan ketersediaan surat suara,” urai dia.