Suara PKS Melonjak 80% di Solo, PSI Rebut 1 Kursi

Petugas menunjukkan contoh surat suara saat simulasi Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (10/4 - 2019). Simulasi digelar sebagai edukasi terkait proses pemungutan dan penghitungan suara 17 April 2019. (Antara/Nova Wahyudi)
19 April 2019 22:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Selain PDIP yang kian dominan dengan prediksi raihan 30 kursi di DPRD Kota Solo, muncul kejutan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Begitu pula salah satu pendatang baru di Pemilu 2019, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang di luar dugaan meraih kursi dalam debut pemilu mereka.

Partai yang dipimpin Grace Natalie itu berhasil mengamankan satu kursi DPRD Solo. Raihan ini sangat positif bagi partai yang saat ini belum bisa meraih satu pun kursi di Senayan itu.

Sementara itu, kenaikan perolehan suara signifikan didapatkan oleh PKS. Bila dipersentase, perolehan suara PKS mencapai 11,12 persen dari total suara masuk. Dengan demikian, PKS mampu meraih lima kursi atau nomor dua terbanyak setelah PDIP.

Prediksi itu mendasarkan perhitungan real count Pemilu 2019 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Solo. Perhitungan PKS dilakukan merujuk data dari 1.640 tempat pemungutan suara (TPS) atau 94,63 persen dari total suara yang masuk, Jumat (19/4/2019).

“PKS dapat 35.218 suara atau naik 80,03 persen dibandingkan Pemilu Legislatif 2014,” ujar Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar. Peningkatan perolehan suara PKS menurut dia karena seluruh caleg PKS di setiap daerah pemilihan (dapil) allout dan mendapatkan suara optimal.

Bila dibandingkan perolehan kursi saat Pemilu Legislatif 2019, perolehan kursi PDIP Solo dari Pemilu 2019 bertambah enam kursi. Di posisi kedua dan ketiga diduduki PKS dan Partai Gerindra berturut-turut dengan lima dan tiga kursi DPRD.

Dengan peta tersebut, PDIP sukses menguasai sekitar 66,6 persen dari total kursi di DPRD Solo. Sementara itu perolehan kursi Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) masing-masing mendapatkan tiga kursi.

Artinya, perolehan kedua partai ini berkurang satu kursi. Sedangkan empat parpol lain harus bergabung membentuk fraksi sendiri atau bergabung dengan PDIP atau PKS.