Caleg Golkar Sragen Sugimin Yang Meninggal di Wonogiri Dapat 20 Suara Sementara

Situasi rumah duka di kediaman milik Sugimin di Dukuh Rejowinangun RT 019, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Selasa (16/4/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
19 April 2019 09:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, yang meninggal karena dibunuh di Wonogiri mendapat 20 suara pada pencoblosan Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Sugimin yang meninggal pada H-1 pencoblosan, Selasa (16/4/2019) lalu menempati nomor urut 10 di Dapil 1 yakni Sragen, Masaran dan Sidoharjo. Selain Sugimin, ada satu lagi caleg yang juga sudah meninggal dunia yakni Sutrisno dari PDIP yang menghuni nomor urut 1 di Dapil 4 yakni Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen dan Jenar.

Sutrisno yang meninggal dunia pada 13 Desember lalu di luar dugaan mampu mendulang 104 suara. Perolehan suara itu dari hasil penghitungan suara sementara Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sragen.

Perolehan suara dua caleg yang sudah meninggal dunia itu masih bisa bertambah mengingat proses penghitungan suara pemilihan Caleg DPRD Sragen hingga Kamis (18/4/2019) sore baru mencapai 18%.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sugimin yang berasal dari Dusun Karangnongko, Desa Masaran, Sragen, meninggal dunia karena dibunuh dengan cara diberi racun tikus oleh seorang perempuan berinisial N di Wonogiri. Polres Wonogiri sudah menetapkan N sebagai tersangka.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Masaran, Agus Supriyanto, mengaku belum bisa menyampaikan perolehan suara dari masing-masing caleg, termasuk suara keseluruhan yang diraih Sugimin di TPS kampung halamannya.

Menurutnya, data perolehan suara baru bisa diketahui setelah rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Hasilnya belum bisa diketahui, masih menunggu proses. Hasilnya baru fix bisa diketahui setelah pleno. Sebelum pleno, kami tidak bisa menyampaikan,” ucapnya saat ditemui Solopos.com di sela-sela kesibukannya merekap penghitungan suara dari masing-masing Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Balai Desa Masaran, Kamis.

Ketua Fraksi Partai Golkar Sragen, Bambang Widjo Purwanto, mengaku belum bisa berkomentar terkait hasil sementara penghitungan suara. “Belum bisa bicara dulu, tunggu saja hasil penghitungan resmi KPU. Berapa kursi yang bisa diraih Golkar, saya belum bisa jawab,” paparnya.