Kabar Surat Suara Pilpres di Jrakah Boyolali Hilang, KPU: Hoaks!

Petugas menunjukkan contoh surat suara saat simulasi Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (10/4 - 2019). Simulasi digelar sebagai edukasi terkait proses pemungutan dan penghitungan suara 17 April 2019. (Antara/Nova Wahyudi)
19 April 2019 22:30 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pelaksanaan Pemilu di Boyolali pada Rabu (17/4/2019) sempat diwarnai kabar mengenai hilangnya 125 surat suara calon presiden/wakil presiden (capres-cawapres) di TPS 05, Dusun Jurangrejo, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali.

Kabar itu beredar melalui media sosial. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali memastikan kabar tersebut hoaks atau tidak benar.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin. Saat dihubungi Solopos.com, Jumat (19/4/2019) malam, Ali menyatakan kabar itu tidak benar. “Itu kabar hoaks,” kata dia.

Dia mengatakan Jumat pagi telah melakukan klarifikasi langsung ke TPS tersebut. Saat pemungutan suara berlangsung Rabu  lalu, diketahui pada sampul surat suara tertulis 255 lembar surat.

Namun yang sebenarnya terjadi adalah di TPS tersebut terdapat dua sampul surat suara. Masing-masing mewadahi tiga bundel surat suara.

“Sampul pertama berisi 75 lembar surat suara dengan 25 surat suara tiap bundelnya, sementara sampul kedua berisi 80 lembar surat dengan 25 lembar di dua bundel dan 30 lembar di bundel ketiga, jadi total memang ada 155 surat suara,” imbuh Ali.

Sementara itu, TPS 05 memiliki 250 DPT, yang berarti jumlah surat suara di TPS tersebut masih kurang.

Meski sempat membuat proses pemilu dihentikan sementara selama kurang lebih satu jam, namun, kekurangan surat suara itu dapat teratasi dengan mengambil dari TPS lain di Kecamatan Selo. Jadi yang terjadi adalah kekurangan surat suara bukan surat suara hilang.

Pemungutan suara akhirnya dapat berjalan dengan lancar dan warga dapat menggunakan hak pilihnya. Terkait kejadian ini, Ali mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Bawaslu Boyolali untuk meluruskan kabar yang beredar.