Tingkat Partisipasi Pemilih di Solo Tembus 80%

Suasana di TPS 146 Balong, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Rabu (17/4/2019). (Solopos - Candra Mantovani)
20 April 2019 08:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Tingkat partisipasi pemilih Pemilu 2019 di Kota Solo jauh melampaui target yang ditetapkan KPU pusat sebanyak 77,5 persen. Berdasarkan data sementara yang diperoleh KPU Solo partisipasi pemilih Pemilu 2019 di Kota Bengawan tembus 80 persen. Penjelasan itu disampaikan Komisioner KPU Solo, Kajad Pamuji dan Bambang Christanto, Jumat (19/4/2019).

“Kalau dilihat sejauh ini ya [tingkat partisipasi pemilih] 80 persen lebih. Saat ini belum bisa lihat data di plano C1 tapi informasi yang kami dapat dari jajaran Forkompinda Solo seperti itu. Mereka kan juga ikut cek TPS-TPS,” ujar Kajad.

Dia menilai tingginya partisipasi pemilih karena banyak faktor, salah satunya efek dari pemilu serentak lima jenis pemilu. Sistem itu menurut dia membuat banyak instrumen politik bergerak dan mendorong partisipasi pemilih.

“Tingginya antusiasme pemilih juga tampak dair banyaknya permintaan formulir A5 atau pindah memilih ke Solo. Saat para pendatang saja begitu semangat untuk memilih, tentu saja warga Solo semakin semangat memilih,” kata dia.

Tren tingginya partisipasi pemilih juga dirasakan Kajad saat memantau pencoblosan di sejumlah TPS. Warga membeludak di TPS-TPS sejak pagi hingga siang hari. Bahkan beberapa TPS kekurangan surat suara sehingga harus ditambah.

“Bila dulu terjadi kekurangan surat suara bisa agak santai karena pemilih yang datang sedikit, sekarang sangat berbeda. KPPS harus bergerak cepat mencari kekurangan surat suara karena pemilih yang datang banyak,” urai dia.

Penuturan senada disampaikan Bambang Christanto saat diwawancara wartawan. Berdasarkan pantauan pencoblosan yang dia lakukan di Kecamatan Serengan dan Pasar Kliwon, rata-rata partisipasi pemilih tembus 80 persen.

Namun untuk angka pasti tingkat partisipasi pemilih menurut dia tetap harus menunggu rekapitulasi suara di tingkat PPK. “Tapi insya Allah target nasional 77,5 persen bisa terlampaui di Solo. Antusiasme sangat tinggi,” ujar dia.

Menurut Bambang tingginya tingkat partisipasi dalam Pemilu 2019 pernah terjadi saat Pilkada Solo beberapa tahun lalu. Saat itu partisipasi pemilih juga tembus 80 persen. Partisipasi tinggi karena kesadaran pemilih kian meningkat.

“Lima komisioner KPU terjun memantau langsung pemungutan suara pada hari H. Pukul 08.00 WIB sudah terjadi antrean di banyak TPS. Capaian ini adalah hasil kerja bersama tim, termasuk 55 sukarelawan demokrasi,” urai dia.