Dispar Solo Latih Kader Kampung Wisata Kembangkan Potensi

Anak-anak bermain dakon di Joho, Manahan, Banjarsari, Solo, Jumat (16/3 - 2019). Joho diberi julukan kampung hepi dikembangkan menjadi kampung wisata. (Solopos/Nicolous Irawan)
20 April 2019 23:00 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pariwisata (Dispar) Solo terus menggali potensi wisata di Solo termasuk potensi kampung wisata. Saat ini Dispar terus mengembangkan embrio kampung di Solo yang berpotensi menjadi tempat wisata dengan memprogramkan pelatihan.

Kepala Dinas Pariwisata Solo Hasta Gunawan mengatakan pihaknya menyiapkan latihan pembinaan untuk kader-kader pengembangan kampung wisata. 

“Mereka akan dilatih untuk mengembangkan kampung wisata. Saat ini kami sudah ada beberapa embrio yang kami lihat cukup potensial untuk menjadi objek wisata di Solo,” bebernya kepada solopos.com baru-baru ini.

Menurut Hasta Gunawan, untuk mengembangkan potensi wisata khususnya kampung wisata di kota Solo, masyarakat harus menonjolkan potensi yang ada. Sehingga, tempat tersebut memiliki nilai jual untuk menarik wisatawan.

“Yang dibangun masyarakat saat ini memiliki potensi masing-masing. Setiap kampung wisata harus menonjolkan potensinya. Karena rata-rata kampung wisata berasal dari swadaya masyarakat. Contohnya di Gremet, Joho ada kampung ramah anak. Harus dikembangkan potensinya dan ditonjolkan,” ucapnya.

Salah satu yang masuk dalam program bimbingan menggali potensi kampung wisata ada di Joho Kampung Hepi. Ketua Joho Kampung Hepi Ipung Kurniawan Yunianto mengatakan pihaknya menggandeng Pemkot Solo untuk membantu bimbingan pengembangan potensi kampung wisata.

Sehingga terbentuk program yang menjadikan kampung wisata tersebut menjadi destinasi wisata unggulan di Solo.

“Kami akan bekerja sama setelah swadaya selama 1,5 tahun. Nanti dengan bantuan Pemkot Solo akan dibantu untuk terus menggali potensi wisata di Joho. Sehingga, menjadikan kampung ini menjadi objek wisata unggulan,” bebernya.